Beruntung, cedera sang peraih Ballon d’Or tersebut tidak parah dan ia dipastikan siap memimpin lini depan bersama Desire Doue dan Khvicha Kvaratskhelia.

Bek kiri Nuno Mendes dan bek kanan Achraf Hakimi dikabarkan sudah pulih dari cedera otot.

Namun, posisi Hakimi sebagai starter belum pasti, sehingga gelandang muda Warren Zaire-Emery kemungkinan akan digeser menjadi bek kanan darurat.

Di pos penjaga gawang, Matvey Safonov tampakahnya tetap menjadi pilihan utama mengungguli Lucas Chevalier yang masih dibekap cedera.

Krisis lini belakang justru melanda Arsenal. Bek kanan utama Jurrien Timber belum bermain sejak Maret lalu akibat cedera pangkal paha yang parah.

Pelapisnya, Ben White, juga dipastikan absen karena cedera lutut. Walau Arteta menyebut Timber siap tampil, para pendukung Arsenal paham bahwa sang manajer seringkali mengecoh media terkait kondisi kebugaran pemainnya.

Jika Timber tidak siap bermain penuh, bek muda Cristhian Mosquera akan mengemban tugas berat mengawal Kvaratskhelia.

Sementara itu di lini serang, Noni Madueke diprediksi pulih dari cedera otot, meski posisinya kemungkinan besar akan digantikan oleh Bukayo Saka sejak menit awal.

Perkiraan Susunan Pemain

  • PSG (4-3-3):
    Safonov; Zaire-Emery, Marquinhos, Pacho, Mendes; Neves, Vitinha, Ruiz; Doue, Dembele, Kvaratskhelia.
  • Arsenal (4-2-3-1):
    Raya; Mosquera, Saliba, Gabriel, Hincapie; Lewis-Skelly, Rice; Saka, Odegaard, Trossard; Gyokeres.

Prediksi Pertandingan: Sengit Hingga Babak Tambahan

Klise mengenai “serangan paling mematikan melawan pertahanan paling kokoh” sangat tepat menggambarkan laga ini.

Lini serang PSG yang menakutkan akan diuji oleh tembok baja Arsenal.

Sebaliknya, lini pertahanan PSG yang hanya mencatatkan lima laga tanpa kebobolan di Liga Champions musim ini dinilai cukup rapuh.

Namun, duel antara Kvaratskhelia melawan Mosquera yang minim pengalaman atau Timber yang belum bugar 100 persen bisa menjadi titik lemah yang fatal bagi Arsenal.

Melalui pertarungan ketat yang kemungkinan besar akan berlanjut hingga babak tambahan waktu, kematangan mental juara bertahan tampaknya akan membuat Arsenal kembali harus puas menjadi runner-up.