Ditambah lagi, gol Bradley Barcola di laga tersebut memperpanjang rekor selalu mencetak gol milik PSG menjadi 27 pertandingan beruntun.

Penebusan Dendam Dua Dekade Arsenal

Laga ini menjadi final Liga Champions pertama yang mempertemukan dua juara liga domestik sejak musim 2019-2020, saat PSG takluk 1-0 dari Bayern Munchen.

Fakta sejarah ini tentu menjadi angin segar bagi pendukung Arsenal yang percaya pada takdir.

Pertemuan ini bagai dejavu 20 tahun lalu bagi Arsenal, ketika kartu merah Jens Lehmann, gol Samuel Eto’o yang berbau offside, dan gol penentu Juliano Belletti membuat Barcelona berpesta di Paris, menggagalkan mimpi Arsene Wenger.

Wenger pergi tanpa sempat mengangkat trofi ini, namun sang murid, Mikel Arteta, kini hanya berjarak 90 menit dari raihan bersejarah: mengawinkan gelar Liga Inggris dan Liga Champions. Prestasi langka ini sebelumnya hanya bisa diraih oleh Liverpool, Manchester United, dan Manchester City.

Banyak peragu menilai jalan Arsenal ke Budapest tergolong mudah. Namun, status juara Liga Inggris membuat mereka mendapat keuntungan bagan turnamen berkat performa sempurna di fase liga, sebelum akhirnya mendepak Bayer Leverkusen, Sporting Lisbon, dan Atletico Madrid.

Belum terkalahkan di Eropa musim ini, Arsenal menjadi tim pertama yang melewati 14 laga tanpa kekalahan dalam satu musim Liga Champions.

Mereka juga mencatatkan sembilan laga tanpa kebobolan, mendekati rekor klub mereka sendiri pada musim 2005-2006.

Modal kemenangan 2-1 atas Crystal Palace di liga domestik akhir pekan lalu memperpanjang tren positif mereka menjadi lima kemenangan beruntun di semua kompetisi.

Badai Cedera dan Perang Taktik di Lini Belakang

Arteta sempat mengalahkan PSG dengan selisih dua gol di fase liga musim lalu, sebelum armada Enrique membalas dan menyingkirkan Arsenal di semifinal.

Laga ini menjadi panggung pembalasan dendam yang sempurna bagi kubu London Utara.

Di kubu PSG, Luis Enrique sempat mengistirahatkan pilar pentingnya di laga terakhir liga.

Sial bagi mereka, Ousmane Dembele yang turun sebagai starter harus ditarik keluar pada menit ke-27 karena masalah betis.