finnews.id – Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal menegaskan bahwa sertifikat halal kini menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing industri tekstil Indonesia di pasar internasional. Halal tidak lagi sekadar isu keagamaan, tetapi telah berkembang menjadi standar global yang identik dengan kualitas dan kepercayaan produk.

Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan, menyampaikan bahwa produk tekstil termasuk kategori yang perlu mendapatkan perhatian khusus dalam sertifikasi halal karena bersentuhan langsung dengan tubuh manusia.

“Halal sudah menjadi bagian dari industri dunia. Produk tekstil wajib memiliki sertifikat halal karena digunakan sehari-hari,” ujarnya di Jakarta.

Halal Jadi Nilai Tambah Industri Tekstil

Menurut Haikal, penerapan sertifikasi halal tidak hanya menjamin kepatuhan terhadap prinsip syariah, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi produk tekstil Indonesia.

Dengan adanya label halal, produk akan lebih mudah diterima di pasar global, terutama di negara-negara dengan populasi muslim besar. Hal ini membuka peluang ekspor yang lebih luas sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen.

“Industri tekstil yang bersertifikat halal akan memiliki peluang lebih besar untuk bersaing di pasar internasional,” tambahnya.
Strategi Perkuat Posisi Indonesia di Industri Halal Global

BPJPH mendorong pelaku industri tekstil nasional untuk menjadikan sertifikasi halal sebagai bagian dari strategi bisnis jangka panjang. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam industri halal global.

Dukungan juga datang dari Ikatan Ahli Tekstil Seluruh Indonesia. Ketua IKATSI, Shobirin F Hamid, menilai kewajiban sertifikasi halal dapat meningkatkan daya saing industri tekstil dan produk barang gunaan di dalam negeri.

“Kami mendukung agar produk tekstil yang beredar di Indonesia memiliki sertifikat halal. Ini penting untuk meningkatkan daya saing usaha,” ujarnya.

Halal sebagai Gaya Hidup Modern

Sementara itu, Chairman Indonesia Halal Lifestyle Center, Sapta Nirwandar, menekankan bahwa konsep halal kini telah menjadi bagian dari gaya hidup modern.
Menurutnya, halal tidak hanya mencerminkan aspek religius, tetapi juga mencakup nilai keindahan, kesehatan, kualitas, kreativitas, dan inovasi.