Home Internasional Selat Hormuz Dibuka Kembali: Pasar Global Bergairah, Harga Minyak Anjlok 10%
Internasional

Selat Hormuz Dibuka Kembali: Pasar Global Bergairah, Harga Minyak Anjlok 10%

Bagikan
Harga minyak anjlok 10% dan pasar saham melonjak usai Iran buka Selat Hormuz.
Bagikan

finnews.id – Kabar positif datang dari kawasan Teluk yang seketika mengubah wajah ekonomi dunia. Harga saham dan obligasi melonjak tajam pada Jumat, 18 April 2026, setelah Menteri Luar Negeri Iran mengumumkan pembukaan kembali Selat Hormuz. Jalur pelayaran komersial tersebut kini dinyatakan terbuka sepenuhnya bagi semua kapal selama masa gencatan senjata di Lebanon berlangsung.

Keputusan ini menjadi angin segar bagi pelaku pasar yang sebelumnya cemas akan gangguan distribusi komoditas. Tak butuh waktu lama, harga minyak mentah segera merosot hingga 10 persen ke level di bawah $90 per barel.

Reaksi Pasar: Dolar Melemah, Saham Terbang Tinggi

Seiring dengan membaiknya situasi keamanan, Dolar AS yang selama ini menjadi aset penyelamat (safe-haven) mulai ditinggalkan investor. Mata uang Paman Sam tersebut jatuh terhadap Euro, Poundsterling, dan Yen. Di sisi lain, indeks saham di berbagai belahan dunia justru menghijau karena optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi kembali muncul.

Para ahli strategi keuangan pun mulai memberikan pandangan mereka terkait fenomena ini:

NICK KENNEDY (Lloyds, London): “Dari perspektif pasar, ini tentang durasi gangguan. Semakin cepat transit kapal berjalan, semakin baik, dan pasar akan menyesuaikan kembali prospeknya.”

MICHAEL BROWN (Pepperstone, London): “Jika aliran komoditas melalui Hormuz kembali ke tingkat normal, hal itu jelas menghilangkan risiko besar bagi perekonomian. Itulah mengapa pasar bereaksi sangat positif.”

Dampak pada Kebijakan Suku Bunga Global

Pembukaan jalur air strategis ini juga meredam kekhawatiran akan kenaikan suku bunga darurat oleh bank sentral, terutama di Eropa. Dengan pasokan minyak yang kembali lancar, tekanan inflasi diharapkan mereda, sehingga Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank of England kemungkinan akan menahan diri dari kebijakan moneter yang agresif.

Lars Skovgaard dari Danske Bank memprediksi adanya rotasi indeks, di mana sektor rekreasi mungkin akan pulih lebih cepat. Ia juga melihat potensi kinerja pasar Eropa yang lebih unggul dibandingkan Amerika Serikat dalam situasi transisi ini.

Harapan dan Kewaspadaan Investor

Meski pasar merespons dengan euforia, beberapa analis tetap menyarankan sikap waspada. Joseph Trevisani dari FX Street menekankan bahwa tindakan nyata di lapangan jauh lebih penting daripada sekadar pernyataan politik. Saat ini, harga minyak yang menyentuh level $86,5 menjadi bukti nyata bahwa pasar menyukai potensi resolusi konflik ini.

Namun, Evelyne Gomez-Liechti dari Mizuho mengingatkan bahwa risiko pembatalan sepihak masih tetap ada.

“Saya cenderung berpikir bahwa masih ada risiko mereka (Iran) akan membatalkan pembukaan ini. Salah satu poin besar bagi mereka adalah memastikan tidak ada serangan di masa depan,” ujar Evelyne.

Hingga saat ini, sentimen pasar masih condong pada narasi “menahan diri” sembari menilai perkembangan di kawasan Teluk. Jika stabilitas ini bertahan lama, maka pemulihan ekonomi global berbasis dolar bisa berjalan lebih lancar dan berkelanjutan.

Bagikan
Artikel Terkait
Internasional

Iran Buka Selat Hormuz, Dua Tanker Pertamina Siap Lanjutkan Pelayaran

finnews.id – Kabar baik datang dari jalur perdagangan laut paling vital di...

Internasional

Yen Jepang Menguat Tajam, Menkeu Satsuki Katayama Soroti Aksi Spekulan Pasar

finnews.id – Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, memberikan pernyataan tegas mengenai penguatan...

Internasional

Pilot Lufthansa Mogok Kerja, Seribu Lebih Penerbangan di Jerman Batal

finnews.id – Rencana perjalanan puluhan ribu orang di Jerman berantakan pekan ini....

Internasional

Ekonomi China Tumbuh 5 Persen di Kuartal I 2026, Tapi Perang Iran Bayangi Target Pertumbuhan

finnews.id – Ekonomi China menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang cukup menjanjikan di awal...