Duel dengan Leclerc Kini Lebih Seimbang
Salah satu indikator kebangkitan Hamilton terlihat dari performanya melawan Charles Leclerc. Jika pada musim lalu ia sering tertinggal, musim ini persaingan keduanya jauh lebih ketat.
Hamilton mampu tampil kompetitif baik saat kualifikasi maupun balapan. Hal ini menunjukkan bahwa adaptasinya terhadap mobil Ferrari semakin matang.
Performa tersebut sekaligus membantah anggapan bahwa usia telah mengurangi kualitas balap Hamilton. Sebaliknya, pembalap veteran itu justru memperlihatkan pengalaman dan konsistensi yang masih sangat berharga dalam persaingan Formula 1 modern.
Tantangan Besar Bernama Mercedes
Meski sedang menikmati kebangkitan, jalan Hamilton menuju gelar dunia kedelapan masih sangat terjal. Mercedes sejauh ini tampil dominan sepanjang musim 2026.
Andrea Kimi Antonelli menjadi sorotan utama setelah memenangkan lima balapan beruntun dan memimpin klasemen dengan keunggulan 66 poin atas Hamilton. Dominasi Mercedes juga terlihat dari keunggulan performa mobil mereka dibandingkan para rival.
Hamilton sendiri mengakui Ferrari masih tertinggal dalam beberapa aspek penting, terutama downforce dan traksi. Menurutnya, perbedaan performa antara Ferrari dan Mercedes masih cukup besar sehingga tim harus bekerja keras untuk menutup jarak tersebut.
Selain itu, perkembangan mesin juga menjadi tantangan tersendiri. Ferrari membutuhkan waktu untuk memaksimalkan peluang pengembangan yang tersedia agar mampu mengejar keunggulan Mercedes dan Red Bull.
Peluang Juara Masih Terbuka
Meski realistis mengakui kekuatan Mercedes, Hamilton tidak kehilangan optimisme. Ia percaya kemenangan pertamanya bersama Ferrari hanya tinggal menunggu waktu.
Kepercayaan diri yang kembali muncul menjadi modal penting bagi Hamilton. Jika Ferrari mampu menghadirkan peningkatan performa dalam beberapa balapan mendatang, peluang untuk memperkecil selisih poin masih terbuka.
Memang terlalu dini untuk menyebut Hamilton sebagai favorit utama juara dunia 2026. Namun melihat performanya saat ini, mengabaikan namanya dalam perebutan gelar juga menjadi kesalahan besar.
Hamilton mungkin belum berada di posisi terbaik untuk merebut mahkota juara dunia kedelapan, tetapi ia telah membuktikan satu hal penting: dirinya belum habis. Dari musim yang penuh kekecewaan hingga kembali menempati papan atas klasemen, Hamilton menunjukkan bahwa mental juara masih melekat kuat dalam dirinya.