finnews.id – Lewis Hamilton perlahan membungkam keraguan yang sempat mengiringi perjalanan kariernya bersama Ferrari. Setelah menjalani musim debut yang penuh kesulitan pada 2025, pembalap asal Inggris itu kini kembali berada di jajaran teratas klasemen Formula 1 2026 dan mulai diperhitungkan sebagai salah satu penantang gelar dunia.
Hasil finis kedua pada Grand Prix Monako menjadi titik penting dalam kebangkitan Hamilton musim ini. Raihan tersebut mengantarkannya ke posisi kedua klasemen pembalap, pencapaian terbaik yang ia raih sejak musim 2021. Di usia 41 tahun, Hamilton menunjukkan bahwa dirinya masih mampu bersaing dengan generasi baru Formula 1.
Musim Kelam yang Menjadi Titik Balik
Perjalanan Hamilton bersama Ferrari tidak langsung berjalan mulus. Pada musim 2025, ia mengalami salah satu periode paling sulit sepanjang kariernya di Formula 1. Untuk pertama kalinya dalam 18 musim berkiprah di ajang balap tertinggi tersebut, Hamilton gagal meraih satu pun podium.
Ia juga tertinggal jauh dari rekan setimnya, Charles Leclerc, yang tampil lebih konsisten sepanjang musim. Situasi itu bahkan sempat memunculkan keraguan dari berbagai pihak mengenai kemampuan Hamilton untuk kembali bersaing di level tertinggi.
Namun jeda antarmusim menjadi momen penting bagi sang juara dunia tujuh kali. Hamilton memulai 2026 dengan semangat baru dan keyakinan yang kembali tumbuh.
Regulasi Baru Membawa Angin Segar
Perubahan besar regulasi Formula 1 pada musim 2026 menjadi salah satu faktor yang membantu kebangkitan Hamilton. Karakter mobil generasi terbaru dinilai lebih sesuai dengan gaya membalapnya dibandingkan mobil era ground effect yang digunakan sebelumnya.
Selain itu, Ferrari juga melakukan sejumlah perubahan internal, termasuk restrukturisasi tim teknik dan pergantian beberapa personel penting di sekitar Hamilton. Langkah tersebut mulai menunjukkan hasil positif.
Hamilton berhasil mengoleksi tiga podium dalam enam seri pertama musim ini. Catatan tersebut menjadi awal musim terbaiknya sejak 2021 dan membuat namanya kembali masuk dalam pembahasan perebutan gelar dunia.