finnews.id – Samsung Galaxy A27 menjadi perbincangan hangat di jagat maya setelah muncul dalam berbagai bocoran sekilas selama beberapa pekan terakhir.

Bagi para pencinta teknologi yang mendambakan ponsel pintar dengan keseimbangan antara performa dan estetika, kabar terbaru ini tentu memicu rasa penasaran yang besar.

Kehadiran gawai ini bukan lagi sekadar rumor, melainkan sebuah kepastian yang kian dekat bagi konsumen global.

Langkah strategis sang raksasa teknologi asal Korea Selatan ini semakin nyata setelah sang perangkat lolos uji di berbagai lembaga sertifikasi resmi.

Mulai dari database SIRIM di Malaysia hingga situs regulasi FCC di Amerika Serikat, semuanya menunjukkan lampu hijau bahwa jadwal peluncuran resminya sudah berada di depan mata.

Namun, laporan terbaru dari pembocor teknologi ternama, Roland Quandt, di platform Bluesky Social justru membawa kabar yang cukup mengejutkan mengenai skema harga jualnya.

Bocoran Harga dan Varian Memori

Berdasarkan data yang beredar di pasar Eropa, generasi terbaru lini seri A ini diprediksi akan mengalami lonjakan harga yang cukup signifikan dibandingkan pendahulunya, Galaxy A26.

Langkah ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi konsumen setia yang selama ini mengandalkan seri ini sebagai opsi ponsel mumpuni yang ramah kantong.

Bocoran menyebutkan bahwa Samsung Galaxy A27 akan dipasarkan dalam dua opsi konfigurasi memori:

  • Varian Standar (6GB RAM + 128GB Storage): Dibanderol seharga EUR 349 (atau sekitar Rp7,2 jutaan jika dikonversikan).
  • Varian Premium (8GB RAM + 256GB Storage): Dijual dengan harga EUR 439 (berkisar Rp9,1 jutaan).

Jika lini harga ini akurat, konsumen harus bersiap merogoh kocek lebih dalam. Sebagai perbandingan, Galaxy A26 tahun lalu meluncur dengan harga EUR 299 (Rp6,2 jutaan) untuk model dasar dan EUR 369 (Rp7,6 jutaan) untuk varian tertinggi.

Artinya, terdapat kenaikan sekitar EUR 50 hingga EUR 70 yang harus ditebus demi membawa pulang perangkat baru ini.

Peningkatan Spesifikasi dan Dapur Pacu

Kenaikan harga yang terjadi tampaknya bukan tanpa alasan. Samsung mencoba menebusnya dengan menyuntikkan sejumlah peningkatan performa yang cukup memikat di kelasnya.