finnews.id – Kimi Antonelli kembali mencuri perhatian dunia Formula 1 setelah tampil dominan pada Grand Prix Monako 2026. Pembalap muda Mercedes itu tidak hanya meraih kemenangan, tetapi juga menunjukkan kecepatan yang membuat rival-rivalnya kesulitan memberikan perlawanan.
Penampilan tersebut bahkan mendapat pengakuan langsung dari kubu Red Bull. Tim yang selama ini menjadi salah satu kekuatan utama Formula 1 itu mengakui bahwa Antonelli tampil lebih kuat dari yang mereka perkirakan.
Antonelli Tunjukkan Kelas Sejak Kualifikasi
Akhir pekan di Monako sebenarnya sudah memberikan sinyal bahwa Antonelli berada dalam performa terbaiknya. Ia berhasil merebut pole position dengan mengungguli Max Verstappen dalam pertarungan ketat di sesi kualifikasi.
Meski selisih waktunya sangat tipis, banyak pihak masih menganggap Verstappen memiliki peluang besar untuk membalikkan keadaan saat balapan berlangsung. Namun kenyataan di lintasan justru berbeda.
Setelah lampu start padam, Antonelli langsung mengendalikan jalannya lomba dan terus menjaga jarak dari para pesaingnya. Keunggulan tersebut membuatnya mampu mengamankan kemenangan tanpa tekanan berarti.
Red Bull Akui Salah Menilai Kekuatan Mercedes
Bos Red Bull Laurent Mekies mengungkapkan bahwa performa Antonelli menjadi salah satu kejutan terbesar sepanjang akhir pekan di Monako.
Menurutnya, banyak orang mengira catatan waktu Antonelli di kualifikasi hanya hasil dari satu putaran sempurna. Namun balapan membuktikan bahwa pembalap Mercedes tersebut memang memiliki kecepatan yang konsisten dan kompetitif.
Mekies menilai Antonelli berhasil menunjukkan bahwa dirinya mampu menjaga ritme tinggi sepanjang lomba, sesuatu yang tidak mudah dilakukan di sirkuit jalan raya seperti Monako.
Duel yang Gagal Terjadi
Salah satu hal yang paling disayangkan Red Bull adalah gagalnya pertarungan langsung antara Antonelli dan Verstappen.
Pembalap asal Belanda itu sebenarnya memulai balapan dari posisi kedua dan diperkirakan menjadi ancaman utama bagi pemimpin lomba. Akan tetapi, masalah mesin membuat harapannya sirna sebelum balapan benar-benar berkembang.
Verstappen terpaksa mengakhiri lomba lebih cepat akibat gangguan teknis yang menyerang mobilnya. Kondisi tersebut membuat Antonelli kehilangan pesaing terkuat yang berpotensi menekan dirinya hingga garis finis.
Red Bull pun mengakui sulit menilai apakah Verstappen mampu menandingi kecepatan Antonelli karena duel yang dinantikan itu tidak pernah benar-benar terjadi.