finnews.id – Andrea Kimi Antonelli terus menunjukkan performa luar biasa pada musim Formula 1 2026. Meski kini memimpin klasemen sementara dengan keunggulan yang cukup nyaman atas para rivalnya, pembalap Mercedes berusia 19 tahun itu menegaskan dirinya belum menganggap diri sebagai favorit untuk merebut gelar juara dunia.

Pernyataan tersebut muncul setelah rekan setimnya, George Russell, menyebut bahwa perebutan gelar musim ini kini menjadi “milik Antonelli untuk dilepas”. Komentar itu dianggap banyak pihak sebagai bentuk tekanan psikologis dalam persaingan internal Mercedes yang semakin memanas.

Namun Antonelli memilih untuk tidak terpengaruh oleh situasi tersebut. Ia menilai musim masih sangat panjang dan terlalu dini untuk membicarakan peluang juara.

Antonelli Menolak Terjebak Permainan Mental

Menjelang Grand Prix Monako, Russell sempat menyatakan bahwa Antonelli kini berada dalam posisi yang sangat menguntungkan dalam perebutan gelar. Akan tetapi, Antonelli menilai upaya semacam itu merupakan hal yang lumrah dalam dunia balap.

Menurutnya, para pembalap sering mencoba memindahkan tekanan kepada lawan, baik kepada rival dari tim lain maupun kepada rekan setim sendiri.

Antonelli mengaku beruntung karena tidak mudah terpengaruh oleh komentar-komentar semacam itu. Fokus utamanya tetap sama, yakni menjalani setiap balapan dengan kemampuan terbaik tanpa memikirkan klasemen secara berlebihan.

Ia menjelaskan bahwa dirinya memang melihat posisi klasemen setelah setiap akhir pekan balapan, tetapi perhatian utamanya langsung beralih ke seri berikutnya.

Kemenangan Dominan di Monako Perlebar Keunggulan

Alih-alih terpengaruh oleh komentar Russell, Antonelli justru memberikan jawaban terbaik di lintasan. Ia tampil dominan di Grand Prix Monako dengan meraih pole position, memimpin seluruh lap balapan, mencatatkan lap tercepat, dan memenangkan lomba.

Prestasi tersebut membuat Antonelli menjadi pembalap termuda dalam sejarah Formula 1 yang berhasil mencatatkan grand slam, yakni pole position, kemenangan, memimpin seluruh lap, dan lap tercepat dalam satu akhir pekan balapan.

Hasil di Monako juga membuat keunggulannya di klasemen semakin melebar. Sementara Russell mengalami akhir pekan yang sulit dan hanya mampu finis di posisi ke-12 setelah berbagai hukuman, Antonelli sukses memperbesar jarak menjadi 68 poin.

Situasi itu bahkan membuat Lewis Hamilton naik ke posisi kedua klasemen sementara, meskipun masih tertinggal 66 poin dari pembalap muda Italia tersebut.