Lalu pembangkit listrik tenaga air Asahan 1, 2, 3. Juga pembangkit geotermal: Sarulla. Rasanya dalam tujuh jam mereka sudah bisa menyala. Tetap saja belum cukup. Lumayan. Sebagian pelanggan sudah bisa menyala.

Yang memakan waktu paling lama adalah PLTU batu bara. Untuk menghidupkan kembali harus tunggu boilernya dingin dulu. Lalu diadakan pengecekan: akibat mati mendadak Jumat lalu bisa menimbulkan komplikasi.

Setelah dinyatakan aman barulah boiler dipanasi. Untuk bisa kembali menghasilkan listrik perlu 36 jam. Hampir dua hari sejak kematiannya.

Padahal daya dari PLTU ini sangatlah besar. Itulah sebabnya sebagian besar baru kebagian listrik setelah dua hari. Ikan-ikan di akuarium pasti sudah mati. Daging kurban di kulkas busuk –kalau tidak segera disate. Ternak ayam, harusnya punya solar sel. Toh kebutuhannya tidak banyak. Yang belum punya haruslah segera punya.

Black out bisa terjadi di mana-mana. Kapan saja. Pun di Amerika. Listrik boleh pet. Yang penting harus cepat byar. (Dahlan Iskan)