Oleh: Dahlan Iskan

Setelah sukses membangun Cimory, Chicken Nugget, dan Liquid Egg, kini Bambang Sutantio masuk ke Jamu Jago. Itu bukan atas kemauan Bambang sendiri.

Ia mengaku tidak tahu dunia per-jamu-an. Tapi ia bersimpati kepada anak-anak muda yang datang kepadanya. Mereka adalah generasi keempat perusahaan Jamu Jago jamu tertua di Indonesia setelah Jamu Iboe dari Surabaya.

Di antara generasi keempat Jamu Jago hanya tiga yang tinggal di Indonesia. Mereka itulah yang bertekad membangkitkan kembali kejayaan jamu cap Jago yang sudah melegenda itu.

Mereka sudah berusaha bangkit. Kisah sukses Sido Muncul dengan Tolak Angin dan Kuku Bima-nya membuat mereka berpikir mengapa Jamu Jago tidak melakukan modernisasi. Mereka tahu: Sido Muncul telah lebih dulu bangkit dengan modernisasi pabriknya: menjadi selevel dengan pabrik farmasi. Sido Muncul tetap jamu, tapi berkelas farmasi.

 

Generasi keempat itu lantas membeli tanah luas di Bawen, selatan Semarang. Di lokasi pabrik lamanya tidak boleh lagi ada industri. Tanah di situ juga sudah terlalu mahal untuk sebuah pabrik.

Di Bawen itulah dibangun pabrik baru. Modern. Mesin-mesinnya pun baru. Rencana itu kelihatannya terlalu besar. Maka mereka harus mencari partner. Pilihan terakhir adalah Bambang Sutantio yang telah mereka kenal. Orang tua mereka adalah generasi yang hampir seangkatan dengan Bambang.

Tokoh generasi ketiga Jago, Anda sudah kenal: Jaya Suprana. Ia teman sekelas Bambang ketika masih di sekolah Karang Turi Semarang.

“Saya masih ingat peristiwa ketika Pak Jaya akan pindah sekolah ke Jerman,” ujar Bambang. Saat itu Jaya Suprana sudah terkenal sebagai anak yang punya bakat melukis. Jaya datang ke teman sekelasnya satu per satu. Termasuk mendatangi Bambang. “Minta gambar apa?” tanya Jaya kepada Bambang. “Terserah,” jawab Bambang. Jaya lantas mengambil buku milik Bambang dan menggambar di buku itu.

 

Peristiwa itu diingatkan kembali oleh Bambang saat keduanya bertemu kembali belum lama ini. Kali ini Bambang yang ingin bertemu Jaya. Ia perlu bersopan-santun atas keinginan generasi keempat yang menariknya ke Jago.