Jaya adalah generasi ketiga yang sempat memimpin Jago sebelum diserahkan ke generasi keempat. Jaya sendiri, Anda sudah tahu, jiwa raganya untuk kemajuan kebudayaan dan utamanya piano. Ia adalah sedikit maestro piano yang dimiliki Indonesia. Ia sengaja tidak ingin punya anak agar tidak mewariskan diabetesnya yang menyiksa.
Hal lain yang membuat Bambang bersimpati adalah kompaknya keluarga Jamu Jago. Tidak ada konflik sekecil apa pun di keluarga Jago.
“Sebelum menerima kedatangan generasi keempat itu saya memang bertanya secara khusus soal itu: apakah kalian kompak?” ujar Bambang.
Mereka ternyata kompak sekali. Termasuk generasi keempat yang tinggal di luar negeri. Mereka menyerahkan semua keputusan ke tiga orang yang masih di Indonesia. Yang tiga orang pun kompak menyerahkan perusahaan ke Bambang.
“Apakah mereka masih tetap di dalam Jago?”
“Mereka masih tetap ikut sebagai pemegang saham. Mereka juga tetap memimpin perusahaan,” jawab Bambang saat makan malam bersama saya di Jakarta pekan lalu.
Bambang kini berusia 67 tahun. Tiga anaknya, laki-laki semua, sudah punya tugas berat masing-masing. Satu memimpin Cimory. Satunya memimpin Chicken Nugget dan Liquid Egg. Dan satu lagi memimpin Cimory Dairyland.
Tidak hanya Jaya yang didatangi Bambang. Ia juga datang ke Irwan Hidayat, pemilik Sido Muncul. Irwan, kata Bambang, sudah mengingatkannya bahwa bisnis jamu itu sulit.
Irwan pekan lalu jadi berita: Sido Muncul mendapat penghargaan sebagai salah satu perusahaan yang paling taat hukum. Penghargaan diberikan oleh Indonesia Regulatory Compliance Awards (IRCA) di bawah media Hukumonline.
Setelah bertemu Irwan itu Bambang lebih hati-hati. Rencana peluncuran produk baru Jago belum akan dilakukan satu-dua minggu. Riset masih terus dilakukan: riset produk maupun pasar. Hasil sementara risetnya: masyarakat masih percaya jamu bisa meningkatkan kesehatan. “Masih 80 persen yang percaya. Masih besar sekali,” ujar Bambang.
Tinggal masalah rasa terutama rasa di tenggorokan. Jamu model lama menyisakan ”rasa ampas” di tenggorokan. “Dulu jamu dicampur telur dan madu ternyata agar punya kelebihan mudah melewati tenggorokan,” ujar Bambang.