Dua “jalan tol” itulah yang harus dihubungkan di bagian tengahnya. Maka dari gardu induk Aur Duri (”tol barat”) dibangunlah transmisi 275 kv ke arah pantai timur, ke gardu induk Garuda Sakti (di jalur ‘tol’ timur). Agar lebih fleksibel. Bisa saling membantu bila terjadi kepadatan arus.

Di jalur itulah, di salah satu sambungan kabelnya, putus.

Akibatnya listrik dari Sumsel yang dikirim ke Sumut lewat Garuda Sakti terputus di Aur Duri. Selama ini perjalanan listrik dari Sumsel ke Aceh itu memang lewat Garuda Sakti – Aur Duri – Payakumbuh – terus ke utara sampai Sumut dan Aceh. Arus listrik itu dibelokkan dulu ke barat karena ”jalan tol” sisi timur belum selesai dibangun sampai Sumut.

Akibatnya listrik dari Sumsel yang dikirim ke Sumut lewat Garuda Sakti terputus di Aur Duri. Selama ini perjalanan listrik dari Sumsel ke Aceh itu memang lewat Garuda Sakti – Aur Duri – Payakumbuh – terus ke utara sampai Sumut dan Aceh. Arus listrik itu dibelokkan dulu ke barat karena ”jalan tol” sisi timur belum selesai dibangun sampai Sumut.

Akibatnya tiba-tiba pasok listrik ke Sumut turun drastis. Frekuensi pun berubah mendadak. Itu karena daya pembangkit listrik di utara tidak begitu besar. Tidak seimbang. Terjadilah perbedaan frekuensi. Akibatnya pembangkit-pembangkit di Sumut ”terbanting’ ‘oleh perbedaan frekuensi: jatuh. Mati. Maka mati listriknya pun total.

Di Jawa yang seperti ini tidak akan terjadi. Jumlah pembangkit listrik di ujung timur ‘jalan tol 500 kv’ sudah seimbang dengan jumlah pembangkit listrik di ujung barat ‘jalan tol 500 kv’ Jawa. Yang timur di Paiton, yang barat di Suralaya Banten.

Dalam keadaan kebanting seperti itu yang dilakukan PLN adalah cek dulu kondisi jaringan. Pembangkit tidak boleh dihidupkan sebelum jaringan dinyatakan aman. Itu perlu waktu sekitar dua jam. Setelah jaringan diketahui aman, barulah pembangkit dihidupkan.

Yang paling siap dihidupkan pertama adalah yang genset yang pakai minyak solar. Prosedurnya mudah. Tinggal tekan tombol keluar listrik. Tapi jumlah pelanggan yang bisa tidak banyak.