Catatan Dahlan Iskan

New Rhun

Catatan dahlan iskan

Bagikan
Bagikan

Oleh: Dahlan Iskan

Setelah satu jam naik speed boat dari pulau Banda, tibalah saya di pulau yang sudah begitu lama saya simpan namanya: Rhun.

Anda sudah tahu kehebatan Rhun. Ia terletak di tengah laut Banda nan luas tapi lebih berharga dari Pulau Manhattan yang sekarang jadi jantungnya kota New York di Amerika Serikat.

Itu dulu. Di tahun 1667. Siapa sangka di tahun itu Rhun lebih hebat dari Manhattan. Lebih mahal nilainya. Tahun itu pulau-pulau di Maluku Tengah sudah dikuasai Belanda. Tinggal satu Pulau Rhun yang masih dikuasai Inggris. Oleh Belanda itu dianggap jadi ancaman. Belanda tidak bisa memonopoli pala di Eropa. Masih ada pesaing: Inggris –yang masih bisa dapat pala dari Pulau Rhun.

Di samping menjajah Maluku, waktu itu Belanda memiliki Pulau Manhattan di Amerika Utara. Maka Belanda mengajak Inggris berunding. Bertukar pulau. Manhattan ditukar dengan Rhun. Inggris bersedia. Manhattan pun menjadi milik Inggris, Rhun menjadi milik Belanda.

Belanda puas: bisa memiliki pulau-pulau penghasil pala sepenuhnya. Perdagangan pala pun dimonopoli Belanda. Harga pala di Eropa dibuat sendiri oleh Belanda. Boleh dikata Belanda bisa makmur berkat pala dari Banda dan sekitarnya.

Kini, sekian ratus tahun kemudian, Manhattan berubah drastis jadi kota dengan ekonomi terbesar di dunia. Rhun tetap jadi Rhun apa adanya. Kelak di tahun 1776 Inggris kehilangan Manhattan. Amerika Serikat merdeka. Belanda di tahun 1945 kehilangan Rhun. Indonesia merdeka.

Tidak. Tidak hanya Manhattan yang berubah. Kini Rhun juga sudah berubah. Hanya berubahnya tidak banyak.

Pokoknya Rhun juga sudah berbeda dari Rhun tahun 1667. Dulu tidak ada penduduknya. Kini sudah ada satu kampung nelayan dengan semua rumah beratap seng.

Semua penduduk Rhun dari suku Buton –pendatang dari Sulawesi Tenggara. Tidak ada penduduk asli. Mereka hidup dari mencari ikan di laut dan dari pohon pala di kebun.

Kalau Manhattan kini punya jalan utama yang disebut fifth avenue yang gegap gempita dan penuh gedung pencakar langit, kampung di Rhun punya satu jalan utama: lebarnya 1,5 meter, terbuat dari semen.

Bagikan
Artikel Terkait
Catatan Dahlan Iskan

Lu Biau

Oleh: Dahlan Iskan Ketika saya meninggalkan pulau Rhun kembali ke pulau Banda...

Catatan Dahlan Iskan

Tuntutan Tinggi

Oleh: Dahlan Iskan Begitu banyak harapan untuk Nadiem Makarim: ia sudah boleh...

penurunan nilai rupiah sampai angka yang mengkhawatirkan: di atas Rp17.500. Tetap saja tidak ada langkah besar pemerintah
Catatan Dahlan Iskan

Guncangan Transisi

Oleh: Dahlan Iskan Saya memang perlu merenung panjang sebelum mengangkat anjloknya rupiah...

"Tahu krowak": lambang aplikasi layanan publik milik kabupaten Sumedang. Ada 29 menu di dashboardnya. Mulai dari kas daerah sampai MBG.
Catatan Dahlan Iskan

Tahu Digigit

Oleh: Dahlan Iskan Buah “apel krowak”, Anda sudah hafal di luar kepala:...