Catatan Dahlan Iskan

New Rhun

Catatan dahlan iskan

Bagikan
Bagikan

Di Rhun tidak ada sumber air tawar. Semua rumah punya bak beton untuk menampung air hujan yang jatuh ke atap mereka.

Saya mampir ke rumah Pak Kamaruddin. Terlihat perahu ikan parkir di pantai di belakang rumahnya. Mesin perahu itu Yamaha 40 PK yang kelihatan masih bagus. Mesin itu seharga Rp 47 juta –dibeli dengan uang kontan. Uangnya dimasukkan tas kresek untuk dibawa ke toko mesin di Ambon sana –delapan jam naik kapal Pelni. “Saya masih punya mesin satu lagi ukuran 15 PK. Kadang saya pakai dua mesin sekaligus,” ujarnya.

Kami ngobrol di belakang rumah itu sambil melihat luasnya laut Banda. Kamaruddin tidak henti-hentinya merokok. “Satu hari satu pack,” ujarnya. “Kalau lagi melaut sehari dua pack,” tambahnya. Berarti pengeluarannya untuk beli rokok saja Rp 80.000 per hari.

“Rokok adalah teman satu-satunya di tengah laut,” ujar Kamaruddin seperti ingin agar saya memahami kesendiriannya. Ia selalu sendirian ke tengah laut. Pagi berangkat, sore pulang. Tuna besar hasil tangkapannya dijual ke Pulau Banda –45 menit dari Rhun. Tidak ada pedagang ikan yang punya cold storage di pulau Rhun.

Membeli bensin pun harus ke Pulau Banda. Saat jual ikan itu sekalian mampir beli Pertamax: satu liter Rp 18.000.

Nelayan di Pulau Rhun tidak ada yang miskin. Rumah mereka bata. Buatan sendiri. Batanya terbuat dari pasir dan semen. Harga semen Rp 110.000/sak.

Rumah Kamaruddin hanya berukuran sekitar 6×12 meter, tapi sangat baik. Keramiknya mengilap. Bersih. Catnya rapi. Pengerjaan rumah ini tidak asal-asalan. Plafonnya juga dikerjakan dengan sangat baik. Finishing-nya mengalahkan bangunan masjid Negara di IKN.

 

Hampir semua rumah di Rhun seperti itu. Tidak ada yang kumuh. Pekarangan rumah mereka meski sempit tapi rapi. Kelihatan selalu disapu.

Kamaruddin sudah 20 tahun di Rhun. Ia masih lahir di Buton. Istrinya yang sudah kelahiran Rhun. Mereka punya satu anak, wanita, yang baru lulus SMA. Dia akan kuliah di jurusan sejarah Sekolah Tinggi Banda Naira.

Nelayan di Rhun punya dua jenis penghasilan: suami cari ikan di laut, istri memetik pala di kebun.

Bagikan
Artikel Terkait
Catatan Dahlan Iskan

Lu Biau

  Anda sudah tahu apa maksudnya: Thucydides adalah ahli sejarah dunia di...

Catatan Dahlan Iskan

Tuntutan Tinggi

Nadiem, Anda sudah tahu: pilih strategi high profile. Medsos gegap gempita. Ia...

penurunan nilai rupiah sampai angka yang mengkhawatirkan: di atas Rp17.500. Tetap saja tidak ada langkah besar pemerintah
Catatan Dahlan Iskan

Guncangan Transisi

Tumbuhnya pengusaha kecil memang sangat penting untuk kekuatan ekonomi negara jangka panjang....

"Tahu krowak": lambang aplikasi layanan publik milik kabupaten Sumedang. Ada 29 menu di dashboardnya. Mulai dari kas daerah sampai MBG.
Catatan Dahlan Iskan

Tahu Digigit

Di Garut ada Institut Agama Islam Al Musaddadiyah. Di situ ada fakultas...