finnews.id – Fluktuasi harga minyak mentah dunia, yang kerap memanas akibat ketegangan geopolitik global, selalu menarik perhatian publik karena berpotensi memicu lonjakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di dalam negeri. Namun, masyarakat Indonesia kini bisa bernapas lega. Pembaruan data resmi per Jumat, 17 April 2026, membuktikan bahwa PT Pertamina (Persero) tetap mematok harga BBM pada angka yang sangat stabil untuk wilayah DKI Jakarta. Pertamina memberlakukan kebijakan harga tetap ini secara merata, baik untuk bahan bakar kategori subsidi maupun non-subsidi.

Selain merilis daftar harga terbaru, pemerintah pusat turut menegaskan komitmen kuat mereka dalam merumuskan arah kebijakan energi nasional. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menginstruksikan jajaran menterinya untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mengawal ketat penyaluran subsidi agar pemerintah benar-benar menyasar kelompok masyarakat yang tepat.

Rincian Harga BBM Pertamina di Jakarta

PT Pertamina (Persero) menjamin ketersediaan pasokan energi di seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) wilayah DKI Jakarta dengan harga yang tidak berubah. Pertamina membagi lini produk bahan bakarnya ke dalam dua kategori utama untuk memenuhi berbagai kebutuhan spesifikasi mesin kendaraan masyarakat.

Untuk kategori BBM non-subsidi, Pertamina membanderol Pertamax seharga Rp12.500 per liter. Selanjutnya, konsumen yang menuntut performa mesin lebih tinggi bisa membeli Pertamax Turbo dengan harga Rp13.500 per liter. Pertamina juga menawarkan bahan bakar ramah lingkungan, Pertamax Green 95, seharga Rp13.250 per liter. Sementara itu, bagi para pemilik kendaraan bermesin diesel, Pertamina menjual Dexlite pada harga Rp13.320 per liter dan Pertamina Dex seharga Rp13.650 per liter.

Beralih ke kategori BBM subsidi, Pertamina konsisten mempertahankan harga Pertalite pada angka Rp10.000 per liter. Para pengguna kendaraan niaga dan transportasi umum juga masih bisa memborong Bio Solar dengan harga murah meriah, yakni Rp6.800 per liter. Pertamina mengonfirmasi bahwa mereka meniadakan harga jual untuk Bio Solar Non-Subsidi pada periode perdagangan kali ini.

Keputusan Krusial Kementerian ESDM

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membawa kabar sangat menggembirakan bagi seluruh lapisan masyarakat. Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengumumkan secara resmi bahwa pemerintah mengambil langkah berani untuk tidak menaikkan harga BBM subsidi hingga penghujung tahun 2026.