Menghadapi dinamika geopolitik global yang kerap merusak rantai pasok energi dunia, pemerintah Indonesia tidak sekadar bersikap reaktif. Presiden Prabowo menjadikan periode 12 bulan ke depan sebagai momentum krusial untuk menata ulang ketahanan energi nasional. Pemerintah mengeksekusi serangkaian langkah mitigasi, mulai dari mempercepat diversifikasi sumber energi baru terbarukan, mengendalikan volume konsumsi BBM harian, hingga merumuskan kembali kebijakan impor energi yang jauh lebih efisien. Melalui strategi komprehensif ini, pemerintah memproyeksikan Indonesia mampu menahan segala bentuk tekanan ekonomi global di masa mendatang.