Bahlil menyebut keputusan strategis ini turun langsung sebagai mandat dari Presiden Prabowo Subianto. Ia menjelaskan bahwa pemerintah masih memiliki ruang fiskal yang cukup longgar untuk menahan gejolak harga. Pemerintah menjadikan Harga Minyak Mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) yang masih bertengger di zona aman sebagai indikator utamanya.

“Pemerintah tidak menaikkan harga BBM subsidi sampai akhir tahun. Bapak Presiden langsung yang memberikan arahan tegas ini,” ucap Bahlil ketika menemui para awak media di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis 16 April 2026. Bahlil menambahkan bahwa kas negara masih sanggup menanggung beban pengeluaran subsidi energi selama harga minyak mentah dunia bertahan di bawah level 100 dolar Amerika Serikat per barel.

Presiden Peringatkan Kelompok Mampu

Walaupun pemerintah pusat menahan lonjakan harga, Presiden Prabowo Subianto melontarkan teguran keras mengenai sasaran penerima manfaat energi. Presiden menegaskan bahwa BBM subsidi mutlak menjadi hak masyarakat kelas bawah. Ia meminta kelompok masyarakat berekonomi mapan agar menumbuhkan kesadaran diri dan segera beralih menggunakan BBM non-subsidi.

Pemerintah memprioritaskan alokasi BBM subsidi ini khusus untuk menjangkau sekitar 80 persen populasi penduduk yang benar-benar membutuhkan intervensi negara. Presiden memandang keadilan distribusi energi sebagai fondasi paling vital untuk merawat stabilitas perekonomian nasional di tengah guncangan global. “Masyarakat yang mampu wajib membayar sesuai harga pasar. Negara mengalokasikan subsidi ini khusus untuk melindungi rakyat kecil,” tegas Prabowo.

Langkah taktis pemerintah dalam mempertahankan harga BBM subsidi otomatis menciptakan efek domino yang sangat positif bagi perputaran roda ekonomi. Pertama, pemerintah sukses mengendalikan harga kebutuhan bahan pokok di pasar tradisional. Ongkos distribusi logistik yang tidak membengkak membuat para pedagang dan distributor tidak memiliki alasan untuk menaikkan harga jual barang.

Kedua, masyarakat kelas menengah ke bawah berhasil mengamankan daya beli mereka. Ketika biaya transportasi harian tetap murah, masyarakat bisa membelanjakan pendapatan mereka untuk memutar roda sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ketiga, kepastian harga energi menumbuhkan tingkat kepercayaan pasar yang tinggi. Para investor asing dan domestik melihat Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang solid serta arah kebijakan yang terukur.