finnews.id – Kericuhan pecah di jalur bebas hambatan! Akhir pekan yang seharusnya menjadi pesta sepak bola berubah menjadi momen mencekam bagi para pendukung Persebaya Surabaya. Sebanyak 20 orang tidak dikenal (OTK) nekat melakukan aksi pelemparan batu di Tol kilometer (KM) 13 Jakarta-Cikampek (Japek) pada Sabtu malam, 11 April 2026. Aksi anarkis ini terjadi tepat setelah peluit panjang berakhirnya laga besar antara Persija Jakarta melawan Persebaya Surabaya di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

Dalam pertandingan pekan ke-27 Super League tersebut, sang Macan Kemayoran memang tampil beringas dan berhasil menerkam Bajul Ijo dengan skor telak 3-0. Namun, persaingan yang seharusnya selesai di lapangan hijau justru berlanjut ke area publik dan membahayakan nyawa orang lain. Jika Anda sering melintasi Tol Japek saat hari pertandingan besar, insiden ini menjadi peringatan keras untuk selalu waspada terhadap potensi gesekan di jalan raya.

Kronologi Pelemparan: Pelaku Bersembunyi di Balik Semak-Semak

Aksi vandalisme ini terencana dengan cukup rapi. Berdasarkan keterangan Kanit I PJR Tol Cikampek, AKP Aris, para pelaku tidak muncul di tengah jalan tol yang bisa membahayakan diri mereka sendiri. Sebaliknya, kelompok OTK ini memanfaatkan gelapnya malam dan bersembunyi di bahu jalan serta area semak-semak sekitar KM 13.

Begitu rombongan bus Bonek melintas menuju arah Surabaya, hujan batu langsung menghujani kendaraan tersebut. “Mereka sempat melempar dari bahu jalan dan semak-semak, tidak ada yang di tengah jalan tol ataupun melakukan penghadangan,” jelas AKP Aris pada Senin, 13 April 2026. Teknik penyerangan dari pinggir jalan ini membuat sopir bus sulit mengantisipasi datangnya proyektil batu yang beterbangan.

Satu Bus Rusak Parah, Kaca Depan Hancur Akibat Lemparan

Akibat serangan mendadak tersebut, iring-iringan bus yang membawa pendukung Persebaya mengalami kerugian materil. Dari empat bus yang berangkat bersamaan, satu armada dilaporkan mengalami kerusakan cukup serius pada bagian depan. Hantaman batu keras membuat kaca bus pecah berantakan, yang tentu saja sangat membahayakan pengemudi dan penumpang di dalamnya.