finnews.id – Kasus love scamming kembali menyita perhatian publik. Modus penipuan berbasis hubungan asmara di dunia digital ini bahkan menyeret seorang mantan artis dan model berinisial F yang dikenal sebagai mantan istri personel boyband SMASH, Reza Anugrah.
Polda Jawa Tengah menetapkan F sebagai tersangka dalam kasus penipuan online yang diduga merupakan bagian dari jaringan internasional.
Kelompok tersebut diketahui beroperasi dari Solo Baru, Sukoharjo, dan diduga berhasil mengumpulkan keuntungan hingga Rp 41,1 miliar.
Dalam penyelidikan yang dilakukan aparat, F disebut berperan sebagai model yang melakukan video call dengan calon korban.
Tugasnya adalah meyakinkan target agar percaya dan menjalin kedekatan emosional. Sementara itu, anggota lain dalam jaringan tersebut bertugas mencari dan menjaring korban melalui berbagai platform digital.
6 Cara Menghindari Love Scamming
Agar tidak terjebak dalam jebakan asmara palsu di dunia digital, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan.
1. Jaga Informasi Pribadi
Jangan terburu-buru membagikan data pribadi kepada orang yang baru dikenal melalui internet. Informasi seperti nomor telepon, alamat rumah, hingga detail kehidupan pribadi dapat dimanfaatkan oleh pelaku untuk melancarkan aksinya.
2. Jangan Berikan Informasi Keuangan
Informasi perbankan dan data finansial merupakan aset yang sangat sensitif. Oleh karena itu, jangan pernah memberikan nomor rekening, detail kartu kredit, atau informasi keuangan lainnya kepada kenalan online.
3. Periksa Keaslian Profil
Sebelum mempercayai seseorang di dunia maya, lakukan pengecekan terhadap profil yang digunakan. Telusuri foto, identitas, dan informasi yang mereka tampilkan.
4. Curigai Sikap yang Terlalu Cepat
Pelaku love scamming sering kali bergerak sangat cepat dalam membangun hubungan. Mereka bisa langsung menyatakan cinta, menunjukkan perhatian berlebihan, atau bahkan mengajak menikah hanya dalam hitungan hari atau minggu.
5. Diskusikan dengan Teman atau Keluarga
Saat terlibat hubungan dengan seseorang yang dikenal secara online, cobalah meminta pendapat dari orang terdekat. Teman atau keluarga biasanya mampu melihat situasi secara lebih objektif.
6. Segera Laporkan Jika Merasa Menjadi Korban
Jika menemukan indikasi penipuan atau merasa telah menjadi korban, segera laporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang maupun layanan pengaduan kejahatan siber.