Dia mengungkapkan rapat syuriah yang berlangsung dari sore hingga malam pada Rabu, 20 November 2025 sudah diarahkan untuk pemberhentian dirinya sejak awal.
“Bahkan sejak awal pertemuan sudah dinyatakan ada keinginan untuk memberhentikan saya,” ungkapnya.
Ia juga menyesalkan tidak diberinya kesempatan untuk melakukan klarifikasi terbuka atas berbagai tuduhan yang dialamatkan kepadanya.
Pertarungan antara dokumen resmi syuriah dan klaim manipulasi dari Gus Yahya ini mengantarkan PBNU pada krisis legitimasi terbesar dalam beberapa tahun terakhir, dengan waktu 3×24 jam yang menjadi penentu arah organisasi Islam terbesar di Indonesia ini.
Komentar Gus Yahya yang menuding adanya “manipulasi” dan proses yang tidak wajar semakin memperkeruh konflik.
Ini akan mengubah pertarungan kekuasaan ini menjadi perdebatan sengit tentang legalitas dan etika organisasi.
Polemik antara Rais Aam (otoritas spiritual tertinggi) dan Ketua Umum (otoritas eksekutif) ini diprediksi akan menjadi penentu arah NU ke depan. Terutama karena semua dinamika ini terjadi di menjelang pelaksanaan Muktamar.