finnews.id – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat pagi (8/5/2026) berlangsung fluktuatif dalam rentang sempit. Setelah dibuka menguat ke level 7.182, indeks langsung kehilangan tenaga dan berbalik masuk zona merah.
Tekanan jual investor asing masih membayangi pasar saham domestik di tengah dinamika global yang belum stabil. Meski begitu, IHSG masih memiliki peluang mencatatkan kenaikan selama sepekan penuh apabila mampu bertahan di zona hijau hingga penutupan perdagangan.
Pada awal sesi perdagangan, IHSG naik 8 poin ke level 7.182 dibandingkan penutupan sebelumnya di level 7.175. Penguatan itu melanjutkan tren positif setelah indeks pada Kamis melonjak 1,15%.
Namun momentum tersebut tidak bertahan lama. Berdasarkan perdagangan pukul 09.05 WIB, IHSG justru bergerak ke zona merah dan turun 0,09% atau sekitar 6 poin ke level 7.167.
Indeks sempat bergerak di area tertinggi harian pada level 7.182 sebelum akhirnya terkoreksi. Sementara level terendah perdagangan pagi ini tercatat berada di zona merah.
Investor Asing Masih Net Sell Rp360 Miliar
Tekanan di pasar saham domestik tidak lepas dari aksi jual investor asing yang masih cukup besar.
Data perdagangan menunjukkan investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp360,3 miliar.
Meski begitu, pasar tetap menunjukkan aktivitas yang cukup ramai. Frekuensi transaksi tercatat mencapai 194,4 ribu kali dengan nilai transaksi sekitar Rp1,23 triliun.
Sementara kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia berada di kisaran Rp12,78 triliun.
Dari sisi pergerakan saham, sebanyak 203 emiten menguat, 310 saham melemah, dan 446 saham bergerak stabil.
Komposisi tersebut menunjukkan tekanan jual masih mendominasi perdagangan pagi ini meskipun indeks bergerak relatif terbatas.
Sektor Infrastruktur Jadi Penyelamat IHSG
Di tengah tekanan mayoritas sektor, saham-saham infrastruktur justru menjadi penopang utama pergerakan IHSG.
Sektor infrastruktur melonjak 1,46% ke level 2.156 dan menjadi sektor dengan penguatan tertinggi pada perdagangan pagi.