Home Market IHSG Melemah di Awal Perdagangan, Sentimen Timur Tengah Bikin Pasar Bergejolak—Ini Rekomendasi Saham Pilihan
Market

IHSG Melemah di Awal Perdagangan, Sentimen Timur Tengah Bikin Pasar Bergejolak—Ini Rekomendasi Saham Pilihan

Bagikan
IHSG melemah di awal perdagangan akibat sentimen global. Simak analisis pasar dan rekomendasi saham pilihan hari ini.
Ilustrasi - IHSG
Bagikan

finnews.id – Pergerakan IHSG hari ini langsung terseret ke zona merah sejak awal sesi perdagangan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat melemah 0,56% ke level 6.933 pada Selasa pagi (5/5/2026), seiring tekanan kuat dari sentimen global yang memanas.

Mayoritas sektor mengalami koreksi cukup dalam. Hanya sektor keuangan yang mampu bertahan di jalur positif dengan kenaikan tipis 0,14%. Kondisi ini mencerminkan tekanan yang meluas di pasar saham Indonesia akibat ketidakpastian global.

IHSG Tertekan Sejak Pembukaan, Transaksi Tetap Ramai

Pada pembukaan perdagangan, IHSG sempat turun tipis 3 poin ke level 6.968 dari posisi penutupan sebelumnya di 6.971 yang sempat menguat 0,22%. Namun tekanan jual terus meningkat hingga pukul 09.05 WIB, membuat indeks turun lebih dalam sebesar 38 poin ke level 6.933.

Sepanjang awal sesi, IHSG bergerak di rentang level tertinggi 6.971 dan terendah 6.921. Data menunjukkan sebanyak 169 saham menguat, sementara 371 saham melemah dan 419 saham stagnan.

Aktivitas pasar tergolong aktif dengan frekuensi transaksi mencapai 173,9 ribu kali. Nilai transaksi menyentuh Rp910,9 miliar, sedangkan kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp12,33 triliun.

Hampir Semua Sektor Merah, Industri dan Konsumer Terpukul

Tekanan jual terjadi hampir di seluruh sektor. Sektor industri mencatat penurunan paling dalam sebesar 1,92%, disusul sektor konsumer primer yang turun 1,48%.

Selain itu, sektor kesehatan terkoreksi 1,04%, teknologi turun 0,83%, serta infrastruktur melemah 0,84%. Sektor energi juga tidak luput dari tekanan dengan penurunan 0,74%.

Sektor lainnya seperti bahan baku turun 0,62%, properti melemah 0,60%, transportasi turun 0,60%, dan konsumer non primer terkoreksi 0,75%. Di tengah tekanan tersebut, sektor keuangan menjadi satu-satunya yang masih mencatatkan penguatan.

Geopolitik Timur Tengah Picu Lonjakan Harga Minyak

Tekanan terhadap pasar saham tidak lepas dari meningkatnya tensi geopolitik global. Konflik di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran dilaporkan meluncurkan serangan rudal dan drone ke Uni Emirat Arab.

Bagikan
Artikel Terkait
Market

Grab Singapura Cetak Pendapatan US$955 Juta di Kuartal I, Lampaui Ekspektasi Wall Street! 

finnews.id – Grab Singapura baru saja mengukir prestasi gemilang dengan mencatatkan pendapatan...

Market

CIMB Niaga Gandeng 27 Perguruan Tinggi, Dorong Pengembangan Talenta Muda

finnews.id – PT Bank CIMB Niaga Tbk memperkuat kolaborasi dengan dunia pendidikan...

Laba CIMB Niaga Q1 2026 turun tipis jadi Rp1,77 triliun, meski margin tetap kuat di tengah tekanan pendapatan.
Market

Laba CIMB Niaga Q1 2026 Turun Tipis Jadi Rp1,77 Triliun, Margin Masih Tebal!

finnews.id – Kinerja PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) pada kuartal pertama...

IHSG naik ke 7.057 dengan transaksi Rp23,6 triliun. BRPT dan TPIA melonjak, meski asing masih catat net sell Rp518 miliar.
Market

IHSG Melejit ke 7.057! Saham BRPT Cs Terbang, Asing Masih Net Sell Rp518 Miliar

finnews.id – Pergerakan pasar saham Indonesia menunjukkan sinyal positif pada perdagangan Selasa,...