Serangan ini menjadi yang pertama sejak gencatan senjata, sehingga memicu kekhawatiran baru di pasar global. Kondisi tersebut mendorong Amerika Serikat menjalankan program “Freedom Project” untuk mengamankan jalur distribusi minyak di Selat Hormuz.

Dampaknya langsung terasa pada pasar komoditas. Harga minyak mentah melonjak 4,39% ke level USD106,42 per barel. Sementara itu, harga batu bara ikut naik 1,63% menjadi USD109,2 per ton.

Berbeda dengan komoditas energi, harga emas justru terkoreksi 1,99% ke posisi USD4.521,43 per troy ounce, menandakan adanya pergeseran sentimen investor.

Analis Masih Optimistis IHSG Berpotensi Rebound

Meski tekanan global cukup kuat, analis tetap melihat peluang penguatan IHSG dalam jangka pendek. Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Hari Rachmansyah, menilai kondisi pasar domestik masih relatif kondusif.

Ia mengungkapkan bahwa pergerakan IHSG pada hari sebelumnya cukup solid, sehingga ada peluang untuk melanjutkan tren positif jika tekanan mereda.

Selain itu, aksi jual bersih investor asing (nett sell) yang sebelumnya mencapai Rp791,2 miliar dinilai mulai menurun. Kondisi ini membuka peluang terjadinya pembalikan arah menjadi net buy jika sentimen membaik.

Rekomendasi Saham Hari Ini: TAPG, ENRG, INCO

Dalam kondisi pasar yang fluktuatif, investor tetap perlu selektif memilih saham. Hari Rachmansyah merekomendasikan tiga saham yang dinilai menarik untuk dicermati:

1. TAPG

Rekomendasi: Buy
Entry: 2.060
Target: 2.300
Stop loss: 1.930

2. ENRG

Rekomendasi: Buy on breakout
Entry: 1.750
Target: 1.900
Stop loss: 1.680

3. INCO

Rekomendasi: Buy
Entry: 6.875
Target: 7.225
Stop loss: 6.700

Strategi ini bisa menjadi acuan bagi pelaku pasar yang ingin tetap aktif di tengah volatilitas tinggi akibat sentimen global.

Kesimpulan: IHSG Masih Dibayangi Sentimen Global

Pelemahan IHSG pada awal perdagangan hari ini menunjukkan bahwa pasar masih sensitif terhadap perkembangan global, terutama konflik geopolitik dan pergerakan harga komoditas.