finnews.id — Pergerakan pasar saham Indonesia pada penutupan perdagangan Kamis (30/4/2026) menyisakan tekanan besar bagi investor. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus menyerah dan ditutup di zona merah dalam, seiring derasnya aksi jual yang terjadi sepanjang hari.
Dalam rangkuman perdagangan 30 April 2026, IHSG ditutup di level 6.956 atau turun 144 poin setara 2,03%. Sepanjang sesi, indeks sempat menyentuh level tertinggi di 7.109 sebelum akhirnya tertekan hingga titik terendah di 6.876. Fluktuasi ini mencerminkan tingginya volatilitas pasar dalam satu hari perdagangan.
Nilai Transaksi Tembus Rp22 Triliun
Aktivitas perdagangan terpantau cukup ramai. Total nilai transaksi mencapai Rp22 triliun, terdiri dari pasar reguler sebesar Rp19 triliun dan pasar negosiasi Rp3 triliun. Angka ini menunjukkan minat transaksi tetap tinggi, meski tekanan jual mendominasi arah pasar.
Namun, tingginya transaksi tidak diiringi dengan penguatan indeks. Sebaliknya, tekanan jual yang konsisten membuat IHSG terus bergerak turun hingga penutupan.
Top Gainer: Saham Energi hingga Properti Menguat
Di tengah pelemahan IHSG, beberapa saham masih mampu mencatatkan kenaikan signifikan. Dari indeks KOMPAS100, saham FILM memimpin penguatan dengan lonjakan 8,18%.
Selain itu, SSIA menguat 4,69%, diikuti BUMI yang naik 4,35%. Saham ADRO juga mencatatkan kenaikan 3,28%, sementara AADI menutup daftar top gainer dengan penguatan 2,65%.
Kenaikan saham-saham ini menunjukkan bahwa peluang tetap terbuka di tengah pasar yang melemah, terutama pada sektor tertentu yang masih menarik minat investor.
Top Loser: Saham Teknologi dan Konsumer Tertekan
Di sisi lain, tekanan besar terlihat pada sejumlah saham unggulan. ESSA menjadi top loser setelah anjlok 8,90%. Disusul ARTO yang turun 8,42% dan CMRY yang melemah 8,23%.
Saham CUAN juga terkoreksi 7,69%, sementara KPIG turun 6,72%. Penurunan tajam ini memperlihatkan aksi ambil untung dan tekanan jual yang cukup agresif di beberapa sektor.
Asing Net Sell Rp1,5 Triliun
Salah satu faktor utama pelemahan IHSG datang dari aksi investor asing. Sepanjang perdagangan, tercatat jual bersih asing mencapai Rp1,5 triliun di seluruh pasar.