Arus dana keluar ini memberi tekanan signifikan terhadap indeks, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar yang menjadi incaran investor global.

Saham yang Diburu Asing

Meski secara keseluruhan mencatatkan net sell, investor asing masih melakukan akumulasi pada beberapa saham. ADRO menjadi saham yang paling banyak dibeli dengan nilai Rp107,8 miliar.

Selanjutnya, BBNI diborong Rp85,3 miliar, disusul BRPT sebesar Rp78,2 miliar. Saham SGER dan UNTR juga masuk daftar dengan pembelian masing-masing Rp65,7 miliar dan Rp57,6 miliar.

Pergerakan ini menunjukkan bahwa investor asing tetap selektif dalam menempatkan dana, meskipun secara total melakukan penjualan bersih.

Saham yang Dilepas Asing

Di sisi lain, tekanan terbesar datang dari aksi jual pada saham-saham big caps. BBCA menjadi saham yang paling banyak dilepas dengan nilai mencapai Rp691 miliar.

BBRI menyusul dengan penjualan Rp598,3 miliar, sementara BMRI dilepas Rp191,9 miliar. Saham ANTM juga dijual Rp190,1 miliar, dan GOTO mencatatkan net sell Rp119,7 miliar.

Derasnya aksi jual pada saham-saham ini memberi dampak besar terhadap pergerakan IHSG secara keseluruhan.

Pasar Bergejolak, Investor Perlu Waspada

Rangkuman perdagangan 30 April 2026 memperlihatkan kondisi pasar yang penuh tekanan. IHSG melemah tajam, didorong oleh aksi jual asing dan koreksi pada saham-saham unggulan.

Meski demikian, peluang tetap muncul di tengah volatilitas. Beberapa saham masih mampu mencatatkan penguatan, menandakan bahwa strategi selektif menjadi kunci di tengah kondisi pasar yang tidak menentu.

Bagi investor, pergerakan hari ini menjadi pengingat penting untuk mencermati arus dana, sentimen pasar, dan kinerja sektor sebelum mengambil keputusan investasi. (*)