finnews.id – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menilai pelatihan vokasi menjadi faktor penting dalam meningkatkan penyerapan tenaga kerja, terutama melalui penguatan konsep link and match antara kompetensi lulusan dan kebutuhan industri.
Dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, Yassierli menyebut masih adanya kesenjangan antara keterampilan pencari kerja dan kebutuhan dunia usaha.
“Hal ini perlu dijembatani melalui pelatihan vokasi yang berkualitas agar lulusan siap kerja,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya penguatan program pelatihan agar selaras dengan kebutuhan industri. Selain itu, para instruktur juga diminta meningkatkan kualitas pembelajaran guna memastikan peserta memiliki kompetensi yang relevan.
Yassierli mencontohkan tingkat serapan kerja lulusan pelatihan di BBPVP Serang, Banten, yang mencapai 82 persen pada 2025.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa pelatihan yang diberikan telah sesuai dengan kebutuhan industri.
Dalam kunjungannya ke BBPVP Serang, Menaker juga meninjau sejumlah workshop pelatihan untuk memastikan proses pembelajaran berjalan optimal dan relevan dengan dunia kerja.
Selain itu, ia turut melihat pelaksanaan walk in interview yang mempertemukan langsung peserta pelatihan dengan perusahaan sebagai bagian dari upaya mempercepat penyerapan tenaga kerja.
Sebagai informasi, BBPVP Serang menyelenggarakan Pelatihan Vokasi Nasional Batch I dengan total 18 program dari tujuh kejuruan, yakni teknik las, teknik listrik, manufaktur, teknologi informasi dan komunikasi (TIK), bisnis dan manajemen, fashion technology, serta teknologi pengolahan agroindustri.
Program tersebut disusun berdasarkan kebutuhan industri guna mencetak tenaga kerja yang kompeten dan siap bersaing di pasar kerja.