finnews.id – Jagat maya kembali heboh dengan aksi kekerasan terhadap anak di bawah umur. Sebuah rekaman kamera pengawas (CCTV) yang memperlihatkan tindakan penganiayaan terhadap seorang bayi oleh pengasuh di sebuah tempat penitipan anak (daycare) di Banda Aceh viral di media sosial. Merespons insiden tersebut, pihak pengelola langsung mengambil langkah tegas dengan memecat tiga orang yang terlibat.
Berdasarkan rekaman video yang beredar pada Selasa (28/4), peristiwa memilukan ini terjadi di Baby Preneur Daycare, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh. Insiden tersebut berlangsung pada Senin (27/4) sekitar pukul 07.45 WIB. Dalam video berdurasi singkat itu, tampak dua orang pengasuh perempuan tengah berada di dalam ruangan bersama empat orang anak.
Ketegangan bermula saat seorang bayi terus menangis ketika pengasuh mencoba menyuapinya makanan. Alih-alih memberikan ketenangan, oknum pengasuh yang diduga sebagai pelaku justru menunjukkan tindakan agresif. Pelaku terlihat beberapa kali mengangkat korban dengan kasar sebelum akhirnya membanting dan menarik telinga bayi tersebut hingga terjatuh.
Jerit tangis korban terdengar sangat keras saat penganiayaan berlangsung. Tragisnya, aksi brutal tersebut juga disaksikan oleh pengasuh lain yang berada di lokasi. Namun, pengasuh tersebut tidak melakukan tindakan apa pun untuk menghentikan kekerasan maupun menenangkan sang bayi.
Tindakan Tegas Yayasan dan Proses Hukum
Ketua Yayasan Baby Preneur Daycare, Husaini, mengonfirmasi kebenaran video tersebut dan menyatakan bahwa pihaknya tidak menoleransi segala bentuk kekerasan. Satu jam setelah mengetahui kejadian, yayasan langsung memecat tiga orang karyawan yang berada di lokasi saat insiden terjadi, termasuk pelaku utama.
“Kami sudah memecat tiga orang sekaligus. Satu orang pelaku utama dan dua orang lainnya yang berada di lokasi namun mendiamkan kejadian tersebut,” tegas Husaini saat memberikan keterangan pers, Selasa (28/4).
Husaini menjelaskan bahwa sistem CCTV di penitipan miliknya bersifat terbuka dan dapat seluruh orang tua akses secara real-time. Begitu laporan masuk, pihak yayasan segera menerjunkan tim ke lokasi untuk memastikan kondisi kesehatan korban. Manajemen yayasan juga sudah menemui orang tua korban untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung.