Home Market GOTO Cetak Sejarah! Laba Perdana Kuartalan Rp258 Miliar, EBITDA Tembus Rp907 Miliar dan Buyback Jadi Katalis Baru
Market

GOTO Cetak Sejarah! Laba Perdana Kuartalan Rp258 Miliar, EBITDA Tembus Rp907 Miliar dan Buyback Jadi Katalis Baru

Bagikan
GOTO cetak laba perdana Rp258 miliar pada kuartal I 2026, EBITDA tembus Rp907 miliar, fintech melesat dan buyback jadi sentimen baru.
GOTO - Dok fin
Bagikan

finnews.id – Emiten teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk membuka 2026 dengan kejutan besar. Dalam kinerja kuartal I 2026, GOTO bukan hanya melampaui ekspektasi pasar, tetapi juga mencetak sejarah dengan membukukan laba bersih kuartalan pertama sejak berdiri.

Kinerja ini langsung menjadi perhatian pelaku pasar karena datang di tengah skeptisisme terhadap sektor teknologi, sekaligus memperkuat narasi baru bahwa jalan menuju profitabilitas GOTO mulai semakin nyata.

Perseroan membukukan adjusted EBITDA grup positif sebesar Rp907 miliar pada tiga bulan pertama 2026. Angka itu melampaui panduan manajemen untuk EBITDA tahun penuh Rp3,2 triliun hingga Rp3,4 triliun, atau setara 26-28 persen dari target tahunan yang sudah terealisasi hanya dalam satu kuartal.

Tak berhenti di situ, GOTO juga mencatat laba bersih Rp258 miliar, berbalik tajam dari proyeksi konsensus yang sebelumnya memperkirakan rugi bersih Rp873 miliar. Capaian ini menandai titik balik penting bagi emiten teknologi dengan kapitalisasi besar di Bursa Efek Indonesia.

Laba Perdana GOTO Jadi Sorotan Pasar

Kinerja kuartal pertama menunjukkan perbaikan fundamental yang semakin solid. Motor utama pendorong lonjakan profit berasal dari bisnis financial technology yang mencatat pertumbuhan agresif.

Adjusted EBITDA segmen fintech melesat menjadi Rp364 miliar, melonjak 61 persen secara kuartalan dan melonjak 674 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya.

Di saat yang sama, bisnis on-demand services atau ODS ikut menopang profitabilitas. Segmen ini membukukan adjusted EBITDA Rp439 miliar, tumbuh 6 persen secara kuartalan dan naik 40 persen secara tahunan.

Dari lini e-commerce, service fee PT Tokopedia ikut memperkuat kinerja dengan kontribusi Rp288 miliar atau tumbuh 52 persen dibanding kuartal sebelumnya. Kombinasi tiga mesin bisnis ini mendorong EBIT positif Rp418 miliar.

Jika mengecualikan penyesuaian nilai wajar instrumen keuangan negatif Rp156 miliar serta keuntungan kurs Rp61 miliar, laba inti GOTO bahkan tercatat lebih tinggi, yakni Rp301 miliar.

Bisnis On-Demand Tetap Tumbuh Meski GTV Tertekan

Menariknya, profit meningkat saat beberapa indikator transaksi bruto atau GTV justru mengalami tekanan musiman.

Bagikan
Artikel Terkait
Ilustrasi pergerakan IHSG - Image by Gemini -
Market

IHSG Rebound ke 7.100, Saham Teknologi Ngegas! Ada 3 Rekomendasi Cuan Saat Asing Masih Kabur

IHSG Bangkit di Awal Perdagangan, Level 7.100 Kembali Ditembus finnews.id – Indeks...

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) membuka 2026 dengan kinerja yang mengejutkan pasar. Emiten tambang pelat merah itu membukukan laba bersih Rp3,4 triliun pada kuartal I-2026,
Market

ANTM Meledak di Kuartal I 2026, Laba Melonjak 176 Persen! Lonjakan Harga Nikel dan Emas Jadi Mesin Cuan

Laba ANTM Melonjak Tajam, Kinerja Kuartal I Lampaui Ekspektasi finnews.id – PT...

Ringkasan perdagangan pagi 29 April 2026: Wall Street melemah, IHSG oversold, minyak tembus US$110 dan saham pilihan jadi sorotan investor.
Market

Wall Street Terkoreksi, IHSG Oversold, Minyak Tembus US$110 dan Saham Pilihan Jadi Sorotan

Ringkasan Perdagangan Pagi 29 April 2026:  finnews.id – Sentimen global kembali mengguncang...

INPS kedatangan pengendali baru, sementara TLKM, MNCN, BSDE hingga SSMS diramaikan aksi beli dan divestasi jumbo investor besar.
Market

Pengendali Baru Kuasai INPS, Big Caps Diramaikan Aksi Borong dan Divestasi Jumbo

finnews.id – Peta kepemilikan saham di Bursa Efek Indonesia berubah cepat. Sejumlah...