Home Market Pengendali Baru Kuasai INPS, Big Caps Diramaikan Aksi Borong dan Divestasi Jumbo
Market

Pengendali Baru Kuasai INPS, Big Caps Diramaikan Aksi Borong dan Divestasi Jumbo

Bagikan
INPS kedatangan pengendali baru, sementara TLKM, MNCN, BSDE hingga SSMS diramaikan aksi beli dan divestasi jumbo investor besar.
Ilustrasi
Bagikan

finnews.id – Peta kepemilikan saham di Bursa Efek Indonesia berubah cepat. Sejumlah transaksi jumbo mewarnai perdagangan, mulai dari masuknya pengendali baru di PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS), aksi akumulasi di saham-saham kapitalisasi besar, hingga divestasi signifikan di sejumlah emiten.

Pergerakan ini menarik perhatian pasar karena melibatkan transaksi saham dengan kepemilikan di atas 5 persen, yang kerap dibaca sebagai sinyal strategis investor besar terhadap prospek emiten ke depan.

INPS Disorot, Pengendali Baru Masuk dengan Akuisisi Jumbo

Sorotan utama tertuju pada PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS). Emiten ini mencatat perubahan besar dalam struktur pemegang saham setelah PT Graha Inti Guna Persada resmi masuk sebagai pengendali baru.

Perusahaan tersebut memborong 568,61 juta saham INPS dalam satu transaksi besar. Aksi ini langsung mengangkat kepemilikannya dari nol menjadi 87,48 persen.

Masuknya pemegang kendali baru dalam porsi dominan itu menandai perubahan signifikan bagi arah korporasi INPS. Pasar biasanya membaca aksi seperti ini sebagai sinyal restrukturisasi, ekspansi, atau potensi strategi bisnis baru.

Perubahan pengendali juga sering menjadi pemicu meningkatnya perhatian investor terhadap valuasi dan prospek jangka menengah emiten terkait.

Saham Big Caps Diramaikan Aksi Borong Investor Besar

Bukan hanya INPS yang mencuri perhatian. Sejumlah emiten berkapitalisasi besar juga diramaikan aksi akumulasi saham oleh investor institusi dan pemegang saham besar.

TLKM Jadi Target Akumulasi

The Bank of New York Mellon tercatat menambah 15 juta saham di PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM). Tambahan ini mendorong kepemilikannya menjadi 5,82 persen.

Langkah tersebut memperkuat sinyal minat investor institusi terhadap saham telekomunikasi yang selama ini menjadi salah satu penopang indeks utama.

MNCN Dapat Suntikan Aksi Beli

Di sektor media, PT Global Mediacom Tbk mencatat net buy 39,67 juta saham PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN).

Transaksi itu meningkatkan kepemilikan menjadi 39,46 persen dan memberi sinyal penguatan posisi pemegang saham utama di emiten media tersebut.

Properti Ikut Bergerak

Perburuan saham juga terjadi di sektor properti.

Bagikan
Artikel Terkait
Ilustrasi pergerakan IHSG - Image by Gemini -
Market

IHSG Rebound ke 7.100, Saham Teknologi Ngegas! Ada 3 Rekomendasi Cuan Saat Asing Masih Kabur

IHSG Bangkit di Awal Perdagangan, Level 7.100 Kembali Ditembus finnews.id – Indeks...

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) membuka 2026 dengan kinerja yang mengejutkan pasar. Emiten tambang pelat merah itu membukukan laba bersih Rp3,4 triliun pada kuartal I-2026,
Market

ANTM Meledak di Kuartal I 2026, Laba Melonjak 176 Persen! Lonjakan Harga Nikel dan Emas Jadi Mesin Cuan

Laba ANTM Melonjak Tajam, Kinerja Kuartal I Lampaui Ekspektasi finnews.id – PT...

GOTO cetak laba perdana Rp258 miliar pada kuartal I 2026, EBITDA tembus Rp907 miliar, fintech melesat dan buyback jadi sentimen baru.
Market

GOTO Cetak Sejarah! Laba Perdana Kuartalan Rp258 Miliar, EBITDA Tembus Rp907 Miliar dan Buyback Jadi Katalis Baru

finnews.id – Emiten teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk membuka 2026 dengan...

Ringkasan perdagangan pagi 29 April 2026: Wall Street melemah, IHSG oversold, minyak tembus US$110 dan saham pilihan jadi sorotan investor.
Market

Wall Street Terkoreksi, IHSG Oversold, Minyak Tembus US$110 dan Saham Pilihan Jadi Sorotan

Ringkasan Perdagangan Pagi 29 April 2026:  finnews.id – Sentimen global kembali mengguncang...