finnews.id – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menjadi sorotan setelah sesi I perdagangan Selasa (28/4/2026) ditutup di zona merah. IHSG turun moderat 0,15% atau terkoreksi 10 poin ke level 7.095. Meski pelemahannya terbatas, tekanan terlihat menyebar ke mayoritas sektor, menandakan pasar masih bergerak hati-hati.

Sebelum tergelincir, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 7.151 di zona hijau. Namun tekanan jual membuat indeks berbalik arah hingga sempat menyentuh level terendah 7.032. Pergerakan ini mencerminkan volatilitas yang cukup terasa sejak awal perdagangan.

Sembilan Sektor Parkir di Zona Merah

Dari sebelas sektor yang diperdagangkan, sembilan sektor mengalami koreksi. Hanya sektor industri dan energi yang masih mampu bertahan di jalur positif.

Sektor industri memimpin penguatan dengan kenaikan 0,97% ke level 2.091. Sementara sektor energi naik 0,71% ke level 3.822, menjadi penopang utama agar pelemahan IHSG tidak semakin dalam.

Di sisi lain, tekanan paling besar datang dari sektor konsumer non-primer yang anjlok 1,19% ke level 734. Koreksi tajam ini diikuti sektor infrastruktur yang turun 0,72% ke level 2.051 serta sektor keuangan yang melemah 0,59% ke level 1.347.

Tekanan juga menjalar ke sektor transportasi yang turun 0,31% ke level 2.210, sektor konsumer primer melemah 0,31% ke level 1.077, kesehatan turun 0,19% ke level 1.744, properti terkoreksi 0,07% ke level 933, bahan baku turun 0,06% ke level 2.262, serta teknologi melemah 0,03% ke level 7.779.

Mayoritas Saham Tertekan, Market Breadth Negatif

Komposisi pergerakan saham menunjukkan tekanan pasar cukup luas. Sebanyak 362 emiten bergerak melemah, melampaui 323 saham yang menguat. Sementara 274 saham stagnan.

Data ini menunjukkan market breadth negatif, sinyal bahwa tekanan jual tidak hanya terjadi di saham tertentu, melainkan menyebar ke banyak sektor.

Aktivitas perdagangan juga terbilang ramai. Frekuensi transaksi mencapai 1,25 juta kali dengan nilai transaksi Rp8,58 triliun. Kapitalisasi pasar tercatat Rp12,68 triliun.

Saham Energi dan Industri Jadi Penahan Koreksi

Di tengah tekanan pasar, sejumlah saham justru mencuri perhatian dan masuk daftar top gainers indeks Kompas100. PTRO melesat 7,08% ke level 5.675 dan memimpin penguatan.