Home Market IHSG Terseret Zona Merah, 9 Sektor Melemah Saat Energi dan Industri Bertahan Hijau
Market

IHSG Terseret Zona Merah, 9 Sektor Melemah Saat Energi dan Industri Bertahan Hijau

Bagikan
IHSG turun ke 7.095 pada sesi I, sembilan sektor melemah. Energi dan industri jadi penahan saat tekanan pasar meluas
Ilustrasi
Bagikan

finnews.id – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menjadi sorotan setelah sesi I perdagangan Selasa (28/4/2026) ditutup di zona merah. IHSG turun moderat 0,15% atau terkoreksi 10 poin ke level 7.095. Meski pelemahannya terbatas, tekanan terlihat menyebar ke mayoritas sektor, menandakan pasar masih bergerak hati-hati.

Sebelum tergelincir, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 7.151 di zona hijau. Namun tekanan jual membuat indeks berbalik arah hingga sempat menyentuh level terendah 7.032. Pergerakan ini mencerminkan volatilitas yang cukup terasa sejak awal perdagangan.

Sembilan Sektor Parkir di Zona Merah

Dari sebelas sektor yang diperdagangkan, sembilan sektor mengalami koreksi. Hanya sektor industri dan energi yang masih mampu bertahan di jalur positif.

Sektor industri memimpin penguatan dengan kenaikan 0,97% ke level 2.091. Sementara sektor energi naik 0,71% ke level 3.822, menjadi penopang utama agar pelemahan IHSG tidak semakin dalam.

Di sisi lain, tekanan paling besar datang dari sektor konsumer non-primer yang anjlok 1,19% ke level 734. Koreksi tajam ini diikuti sektor infrastruktur yang turun 0,72% ke level 2.051 serta sektor keuangan yang melemah 0,59% ke level 1.347.

Tekanan juga menjalar ke sektor transportasi yang turun 0,31% ke level 2.210, sektor konsumer primer melemah 0,31% ke level 1.077, kesehatan turun 0,19% ke level 1.744, properti terkoreksi 0,07% ke level 933, bahan baku turun 0,06% ke level 2.262, serta teknologi melemah 0,03% ke level 7.779.

Mayoritas Saham Tertekan, Market Breadth Negatif

Komposisi pergerakan saham menunjukkan tekanan pasar cukup luas. Sebanyak 362 emiten bergerak melemah, melampaui 323 saham yang menguat. Sementara 274 saham stagnan.

Data ini menunjukkan market breadth negatif, sinyal bahwa tekanan jual tidak hanya terjadi di saham tertentu, melainkan menyebar ke banyak sektor.

Aktivitas perdagangan juga terbilang ramai. Frekuensi transaksi mencapai 1,25 juta kali dengan nilai transaksi Rp8,58 triliun. Kapitalisasi pasar tercatat Rp12,68 triliun.

Saham Energi dan Industri Jadi Penahan Koreksi

Di tengah tekanan pasar, sejumlah saham justru mencuri perhatian dan masuk daftar top gainers indeks Kompas100. PTRO melesat 7,08% ke level 5.675 dan memimpin penguatan.

Bagikan
Artikel Terkait
Market

Kabar Baik! Pajak Kendaraan Listrik Ditunda, Pemilik EV Bisa Bernapas Lega

finnews.id – Kabar menggembirakan datang bagi pemilik kendaraan listrik di Jawa Barat....

ANTM mencetak laba bersih Rp3,4 triliun di kuartal I 2026, melonjak 59%. Pendapatan, aset, dan ekuitas ikut menguat.
Market

Laba ANTM Melonjak 59 Persen, Tembus Rp3,4 Triliun di Awal 2026, Kinerja Emiten Tambang Ini Makin Panas

finnews.id – PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) membuka 2026 dengan lonjakan kinerja...

harga CPO Malaysia turun dua hari berturut turut, penyebab harga sawit melemah hari ini, analisis level psikologis 4500 ringgit CPO, dampak ekspor Malaysia terhadap harga sawit, pengaruh harga minyak mentah terhadap biodiesel sawit, proyeksi rebound harga crude palm oil, produksi sawit Indonesia 2026 terhadap pasar global, outlook harga minyak sawit Malaysia terbaru
Market

Harga CPO Tergelincir Dua Hari, Tembus Level Psikologis 4.500 Ringgit, Ada Sinyal Rebound?

finnews.id – Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) kembali...

Market

Harga Pangan Meledak! Cabai Rawit Tembus Rp165 Ribu/Kg, Telur Ikut Meroket

finnews.id – Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional yang dikelola Bank Indonesia mencatat...