Di belakangnya, RATU naik 6,02% menjadi 6.600, sementara ELSA menguat 5,13% ke level 820. Penguatan saham-saham ini sejalan dengan kokohnya sektor energi dan industri yang masih bertahan di zona hijau.
Rotasi dana ke saham berbasis komoditas dan industri terlihat menjadi salah satu penopang di tengah tekanan pada sektor lain.
Top Losers Tekan Sentimen Pasar
Di sisi lain, pelemahan tajam beberapa saham turut menekan sentimen perdagangan. JPFA menjadi top losers dengan koreksi 6,72% ke level 2.360.
Disusul DSNG yang turun 5,65% menjadi 1.755 dan SMIL melemah 4,11% ke level 280.
Koreksi pada saham-saham ini mempertegas tekanan yang sedang membayangi pasar, terutama saat investor cenderung selektif memilih sektor defensif dan saham dengan momentum positif.
IHSG Masih Ditopang Dua Sektor, Tapi Tekanan Belum Reda
Meski pelemahan IHSG tergolong moderat, dominasi sektor yang parkir di zona merah menunjukkan tekanan belum sepenuhnya reda. Kekuatan sektor energi dan industri memang memberi bantalan, namun belum cukup mendorong indeks kembali ke area positif.
Dengan sembilan sektor terkoreksi dan jumlah saham melemah lebih banyak dibanding yang menguat, pasar terlihat masih mencari katalis baru untuk membalikkan arah.
Pergerakan sesi I ini juga menegaskan pola rotasi sektor masih menjadi tema utama perdagangan, dengan investor tampak memilih saham-saham yang punya momentum ketimbang mengambil risiko di sektor yang sedang tertekan. (*)
- analisis pergerakan IHSG sektor keuangan
- Headline
- IHSG
- IHSG hari ini
- IHSG melemah sesi I 28 April 2026
- Indeks Harga Saham Gabungan
- KOMPAS100
- pasar modal Indonesia
- penyebab IHSG turun hari ini
- pergerakan IHSG
- saham energi penopang IHSG
- saham top gainers
- saham top losers
- saham yang melemah saat IHSG turun
- sektor energi
- Sektor Industri
- sektor penekan IHSG terbaru
- sentimen pasar modal Indonesia terbaru
- top gainers Kompas100 hari ini