Pada segmen mobilitas, GTV turun 12 persen secara kuartalan menjadi Rp5,7 triliun. Namun efisiensi operasional membuat margin adjusted EBITDA naik menjadi 4,9 persen dari GTV.
Sementara bisnis delivery mencatat GTV Rp10,6 triliun, turun 5 persen secara kuartalan namun masih tumbuh 8 persen secara tahunan. Segmen ini menghasilkan adjusted EBITDA Rp203 miliar, naik 11 persen dibanding kuartal sebelumnya.
Secara keseluruhan, margin adjusted EBITDA ODS meningkat menjadi 2,7 persen, lebih tinggi dibanding 2,3 persen pada kuartal sebelumnya dan 2 persen pada periode sama tahun lalu.
Artinya, pertumbuhan GOTO kini tak lagi hanya mengandalkan ekspansi volume transaksi, tetapi juga kualitas monetisasi dan disiplin biaya.
Fintech Jadi Mesin Pertumbuhan Baru
Jika ODS menopang profitabilitas, maka fintech menjadi mesin pertumbuhan utama GOTO.
Gross transaction value fintech mencapai Rp230 triliun, melonjak 12 persen secara kuartalan dan 72 persen secara tahunan.
Kinerja ini mendorong ekspansi margin adjusted EBITDA fintech menjadi 0,16 persen dari GTV, jauh lebih tinggi dibanding 0,11 persen di kuartal sebelumnya dan hanya 0,03 persen setahun lalu.
Perbaikan margin ini memperlihatkan model bisnis keuangan digital GOTO mulai memasuki fase monetisasi yang lebih matang.
Target Harga Rp110 Dipertahankan, Buyback Jadi Sentimen Baru
Seiring hasil kuartal yang melampaui ekspektasi, proyeksi EBITDA 2026 dinaikkan 5 persen. Prospek pertumbuhan profit yang semakin kuat membuat rekomendasi beli atau buy tetap dipertahankan dengan target harga Rp110 per saham.
Salah satu sentimen yang ikut menarik perhatian investor yakni rencana pembelian kembali saham atau buyback dalam beberapa kuartal ke depan. Meski nilai aksi korporasi ini belum diumumkan, pasar melihat langkah tersebut sebagai sinyal kepercayaan manajemen terhadap valuasi saham perseroan.
Sentimen buyback juga berpotensi menjadi katalis baru bagi pergerakan saham GOTO di tengah rotasi investor kembali ke sektor teknologi.
Profitabilitas Jadi Tema Besar GOTO 2026
Jika sebelumnya pasar menilai emiten teknologi lebih fokus mengejar pertumbuhan, kinerja kuartal pertama ini menunjukkan arah berbeda.
- analisis kinerja GOTO kuartal pertama 2026
- apakah saham GOTO menarik dikoleksi setelah laba pertama
- bisnis fintech GOTO jadi pendorong profitabilitas
- buyback GOTO
- EBITDA GOTO
- emiten teknologi Indonesia
- fintech GOTO
- GOTO laba bersih 2026
- kinerja GOTO kuartal 1 2026
- laba perdana saham GOTO dan dampaknya ke investor
- pertumbuhan margin bisnis on demand services GOTO
- prospek saham GOTO setelah EBITDA positif
- rekomendasi saham teknologi
- rencana buyback GOTO dan pengaruh ke harga saham
- saham GOTO
- target harga saham GOTO
- target harga saham GOTO 110 per saham
- Tokopedia GOTO