Home Market GOTO Cetak Sejarah! Laba Perdana Kuartalan Rp258 Miliar, EBITDA Tembus Rp907 Miliar dan Buyback Jadi Katalis Baru
Market

GOTO Cetak Sejarah! Laba Perdana Kuartalan Rp258 Miliar, EBITDA Tembus Rp907 Miliar dan Buyback Jadi Katalis Baru

Bagikan
GOTO cetak laba perdana Rp258 miliar pada kuartal I 2026, EBITDA tembus Rp907 miliar, fintech melesat dan buyback jadi sentimen baru.
GOTO - Dok fin
Bagikan

Pada segmen mobilitas, GTV turun 12 persen secara kuartalan menjadi Rp5,7 triliun. Namun efisiensi operasional membuat margin adjusted EBITDA naik menjadi 4,9 persen dari GTV.

Sementara bisnis delivery mencatat GTV Rp10,6 triliun, turun 5 persen secara kuartalan namun masih tumbuh 8 persen secara tahunan. Segmen ini menghasilkan adjusted EBITDA Rp203 miliar, naik 11 persen dibanding kuartal sebelumnya.

Secara keseluruhan, margin adjusted EBITDA ODS meningkat menjadi 2,7 persen, lebih tinggi dibanding 2,3 persen pada kuartal sebelumnya dan 2 persen pada periode sama tahun lalu.

Artinya, pertumbuhan GOTO kini tak lagi hanya mengandalkan ekspansi volume transaksi, tetapi juga kualitas monetisasi dan disiplin biaya.

Fintech Jadi Mesin Pertumbuhan Baru

Jika ODS menopang profitabilitas, maka fintech menjadi mesin pertumbuhan utama GOTO.

Gross transaction value fintech mencapai Rp230 triliun, melonjak 12 persen secara kuartalan dan 72 persen secara tahunan.

Kinerja ini mendorong ekspansi margin adjusted EBITDA fintech menjadi 0,16 persen dari GTV, jauh lebih tinggi dibanding 0,11 persen di kuartal sebelumnya dan hanya 0,03 persen setahun lalu.

Perbaikan margin ini memperlihatkan model bisnis keuangan digital GOTO mulai memasuki fase monetisasi yang lebih matang.

Target Harga Rp110 Dipertahankan, Buyback Jadi Sentimen Baru

Seiring hasil kuartal yang melampaui ekspektasi, proyeksi EBITDA 2026 dinaikkan 5 persen. Prospek pertumbuhan profit yang semakin kuat membuat rekomendasi beli atau buy tetap dipertahankan dengan target harga Rp110 per saham.

Salah satu sentimen yang ikut menarik perhatian investor yakni rencana pembelian kembali saham atau buyback dalam beberapa kuartal ke depan. Meski nilai aksi korporasi ini belum diumumkan, pasar melihat langkah tersebut sebagai sinyal kepercayaan manajemen terhadap valuasi saham perseroan.

Sentimen buyback juga berpotensi menjadi katalis baru bagi pergerakan saham GOTO di tengah rotasi investor kembali ke sektor teknologi.

Profitabilitas Jadi Tema Besar GOTO 2026

Jika sebelumnya pasar menilai emiten teknologi lebih fokus mengejar pertumbuhan, kinerja kuartal pertama ini menunjukkan arah berbeda.

Bagikan
Artikel Terkait
Ilustrasi pergerakan IHSG - Image by Gemini -
Market

IHSG Rebound ke 7.100, Saham Teknologi Ngegas! Ada 3 Rekomendasi Cuan Saat Asing Masih Kabur

Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup terkoreksi 0,48 persen ke level 7.072 dengan...

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) membuka 2026 dengan kinerja yang mengejutkan pasar. Emiten tambang pelat merah itu membukukan laba bersih Rp3,4 triliun pada kuartal I-2026,
Market

ANTM Meledak di Kuartal I 2026, Laba Melonjak 176 Persen! Lonjakan Harga Nikel dan Emas Jadi Mesin Cuan

Volume bijih nikel juga relatif solid di 3,4 juta wmt pada kuartal...

Ringkasan perdagangan pagi 29 April 2026: Wall Street melemah, IHSG oversold, minyak tembus US$110 dan saham pilihan jadi sorotan investor.
Market

Wall Street Terkoreksi, IHSG Oversold, Minyak Tembus US$110 dan Saham Pilihan Jadi Sorotan

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran pasokan energi global terganggu lebih lama, terutama dengan...

INPS kedatangan pengendali baru, sementara TLKM, MNCN, BSDE hingga SSMS diramaikan aksi beli dan divestasi jumbo investor besar.
Market

Pengendali Baru Kuasai INPS, Big Caps Diramaikan Aksi Borong dan Divestasi Jumbo

PT Paraga Artamida menambah 2,53 juta saham PT Bumi Serpong Damai Tbk...