finnews.id – Belakangan ini, masyarakat Indonesia ramai membicarakan kemunculan warung tegal dengan konsep yang lebih modern dan eksklusif.
Warung yang dikenal dengan sebutan warteg fansi ini hadir dengan tampilan lebih rapi, suasana nyaman, serta harga yang relatif lebih tinggi dibanding warteg tradisional.
Pada dasarnya, warteg dikenal sebagai rumah makan sederhana yang menawarkan berbagai hidangan rumahan melalui sistem prasmanan.
Konsep ini selama ini menjadi daya tarik utama, karena praktis dan memberikan kebebasan bagi pelanggan dalam memilih menu sesuai selera.
Menurut pelaku usaha warteg, penggunaan istilah seperti warteg fansi tidak menjadi masalah selama tidak menghilangkan esensi utama dari warteg itu sendiri.
“Kalau kita tahu sebenarnya warteg itu konsepnya restoran yang nyaman. Kalau kemudian dikembangkan menjadi restoran premium dengan sistem prasmanan ala warteg, itu bagian dari inovasi,” ungkap Ketua Koperasi Warteg Nusantara, Mukroni.
Identitas warteg tetap harus melekat meski terus berkembang, terutama dalam hal penyajian makanan khas rumahan yang menjadi ciri utamanya.
Warteg sendiri memiliki perjalanan panjang dalam dunia kuliner Indonesia, khususnya di wilayah perkotaan seperti Jakarta
Jumlah gerai warteg yang sangat banyak, menunjukkan bahwa usaha ini telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat ibukota.
Meski demikian, asal-usul warteg memiliki beragam versi cerita yang berkembang dari waktu ke waktu. Menariknya, penggunaan nama “warteg” kini bersifat umum dan tidak dimiliki oleh pihak tertentu.
“Warteg itu ada yang mengatakan berasal dari orang-orang Tegal yang merantau ke Jakarta. Ada juga cerita lain yang berkembang, tapi yang pasti, warteg sudah sangat masif di Jakarta,” ucapnya.
Hal ini membuka peluang bagi para pelaku usaha, untuk berkreasi dengan berbagai variasi nama dan konsep tanpa batasan yang kaku.
Walaupun mengalami berbagai inovasi dan penyesuaian dengan perkembangan zaman, warteg tetap mempertahankan identitasnya.
Menu-menu sederhana seperti tempe orek dan telur asin masih menjadi favorit pelanggan, sekaligus menjadi simbol kuat dari cita rasa khas warteg yang tergantikan.