Home Emas Harga Emas 2026 Diproyeksi Tembus Rekor Baru, Bank Sentral Jadi Mesin Pendorong Utama
Emas

Harga Emas 2026 Diproyeksi Tembus Rekor Baru, Bank Sentral Jadi Mesin Pendorong Utama

Bagikan
Proyeksi harga emas 2026 naik ke rekor baru didorong bank sentral, geopolitik dan ketidakpastian global, meski risiko koreksi masih membayangi.
Proyeksi harga emas 2026 naik ke rekor baru didorong bank sentral, geopolitik dan ketidakpastian global, meski risiko koreksi masih membayangi.
Bagikan

finnews.id – Prospek harga emas 2026 kembali memantik perhatian pasar global. Di tengah gejolak geopolitik, inflasi yang belum jinak, dan arah suku bunga yang penuh teka-teki, para analis justru menaikkan proyeksi logam mulia ke level yang belum pernah tercatat sebelumnya.

Survei terbaru Reuters terhadap 31 analis dan pelaku pasar menunjukkan median harga emas pada 2026 diperkirakan menyentuh USD4.916 per troy ounce. Proyeksi ini melesat dari estimasi sebelumnya sebesar USD4.746,50 dan menjadi level tahunan tertinggi sejak survei tersebut dimulai pada 2012.

Lonjakan proyeksi ini mempertegas bahwa emas masih dipandang sebagai aset aman utama ketika risiko global membesar. Permintaan bank sentral yang agresif, kekhawatiran atas utang pemerintah Amerika Serikat, hingga ancaman pelemahan mata uang menjadi kombinasi yang menopang prospek bullish logam kuning.

Bank Sentral Jadi Motor Utama Reli Emas

Salah satu faktor yang paling disorot dalam proyeksi harga emas 2026 adalah aksi pembelian bank sentral yang terus kuat. Arus akumulasi cadangan emas dinilai menjadi fondasi utama yang menjaga tren naik tetap bertahan.

Analis independen Ross Norman menilai dorongan bank sentral untuk meningkatkan kepemilikan emas semakin solid, terutama di tengah meningkatnya persepsi kerentanan aset berbasis dolar AS.

Situasi geopolitik, terutama konflik di Timur Tengah, ikut memperkuat peran emas sebagai lindung nilai. Saat risiko global meningkat, investor cenderung kembali memburu aset safe haven, dan emas tetap menjadi pilihan utama.

Selain itu, kekhawatiran terhadap independensi Federal Reserve juga ikut menopang sentimen. Jika pasar kembali memperkirakan pelonggaran kebijakan moneter, emas berpotensi memperoleh katalis tambahan.

Meski Bullish, Risiko Koreksi Tetap Mengintai

Meskipun prospek jangka menengah terlihat positif, sejumlah analis mengingatkan reli emas tidak akan selalu berlangsung mulus. Risiko koreksi masih terbuka, terutama setelah harga sempat melonjak tajam hingga sekitar USD5.595 per ounce pada akhir Januari.

Bagikan
Artikel Terkait
Harga emas turun saat konflik AS-Iran dan lonjakan minyak memicu kekhawatiran inflasi. Investor menanti sinyal The Fed dan arah suku bunga global.
Emas

Harga Emas Tergelincir Saat Perang Memanas, Sinyal The Fed Bikin Investor Siaga Penuh

finnews.id – Harga emas dunia mulai kehilangan pamor di tengah memanasnya tensi...

Emas

Harga Emas Pegadaian Senin 27 April: Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Stagnan

finnews.id – Harga emas batangan di PT Pegadaian (Persero) tidak menunjukkan perubahan...

Emas

Investasi Praktis: Cara Menabung Emas Digital di Pegadaian Hanya Lewat HP

finnews.id – Tren investasi emas mengalami pergeseran signifikan dalam beberapa tahun terakhir....

Emas

Harga Emas Pegadaian Kompak Melejit Hari Ini, Antam Tembus Rp2,93 Juta per Gram

finnews.id – Kabar mengejutkan datang dari pasar logam mulia pada akhir pekan...