Setelah itu, harga justru terkoreksi sekitar 11% usai serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada akhir Februari, ketika sebagian investor beralih ke aset yang lebih likuid.

Analis StoneX Rhona O’Connell melihat peluang relief rally terbuka jika konflik mereda. Namun ia menilai level USD5.500 per ounce terlalu mahal untuk dipertahankan dalam jangka panjang.

Menurutnya, reli besar sebelumnya telah membawa emas ke area overvalued. Artinya, ruang koreksi teknikal tetap perlu diwaspadai pasar.

Inflasi dan Suku Bunga Masih Jadi Penentu

Meski bank sentral menopang optimisme, inflasi tinggi dan kebijakan moneter ketat tetap menjadi tantangan. Keduanya berpotensi membatasi laju penguatan harga emas.

Carsten Menke dari Julius Baer justru melihat dampak perang terhadap ekonomi global kemungkinan tidak bersifat permanen. Jika ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed kembali menguat, minat investasi ke emas diperkirakan kembali meningkat.

Di titik ini, pasar akan mencermati keseimbangan antara tekanan inflasi dan peluang pelonggaran moneter. Kombinasi dua faktor itu diyakini akan menentukan apakah emas bisa benar-benar mencetak rekor baru atau justru bergerak lebih moderat.

Kenapa Harga Emas 2026 Diprediksi Masih Naik?

Setidaknya ada empat katalis utama yang menopang proyeksi harga emas tahun depan:

1. Pembelian Bank Sentral yang Konsisten

Permintaan institusional dinilai tetap kuat dan menopang harga jangka panjang.

2. Risiko Geopolitik Tinggi

Ketidakpastian global terus mendorong investor mencari perlindungan pada aset aman.

3. Kekhawatiran Utang dan Dolar AS

Lonjakan utang pemerintah AS serta risiko pelemahan dolar membuat emas semakin menarik.

4. Peluang Pelonggaran Suku Bunga

Jika The Fed berubah dovish, emas berpotensi memperoleh momentum kenaikan baru.

Perak Juga Berpeluang Naik, Tapi Lebih Volatil

Bukan hanya emas yang disorot. Prospek perak juga masih positif, meski lebih moderat.

Para analis memproyeksikan harga perak rata-rata mencapai USD78 per ounce pada 2026, sedikit di bawah estimasi sebelumnya sebesar USD79,50.