Sebelumnya perak sempat melonjak 147% sepanjang 2025 dan mencetak rekor USD121,64 sebelum terkoreksi ke sekitar USD75.
O’Connell bahkan melihat peluang perak kembali menembus USD100 jika konflik mereda. Namun reli semacam itu diperkirakan hanya sementara.
Dalam jangka panjang, pasar perak dinilai masih menghadapi defisit struktural, walau permintaan dari sektor energi surya diproyeksikan melambat.
Investor Kini Menanti Sinyal Berikutnya
Dengan proyeksi emas 2026 yang terus direvisi naik, perhatian investor kini tertuju pada langkah bank sentral, perkembangan konflik Timur Tengah, dan arah suku bunga global.
Jika faktor-faktor itu bergerak sesuai ekspektasi bullish, harga emas berpeluang melanjutkan tren menuju level psikologis baru. Namun bila tekanan inflasi dan suku bunga tinggi bertahan lebih lama, pasar juga harus siap menghadapi volatilitas tajam.
Yang jelas, emas kembali membuktikan posisinya bukan sekadar komoditas, melainkan barometer kecemasan pasar global. (*)