Home Market Tekan Kenaikan Harga dalam Negeri, Pemerintah Gratiskan Bea Masuk Bahan Baku Plastik
Market

Tekan Kenaikan Harga dalam Negeri, Pemerintah Gratiskan Bea Masuk Bahan Baku Plastik

Bagikan
Bahan Baku Plastik (polybottletech)
Bagikan

finnews.id – Pemerintah mengambil langkah cepat untuk meredam potensi lonjakan harga produk berbahan plastik. Melalui kebijakan terbaru, bea masuk impor bahan baku plastik resmi dipangkas menjadi 0 persen dari sebelumnya 5–15 persen.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan, kebijakan ini berlaku untuk berbagai bahan baku utama seperti polipropilena (PP), polietilena (PE), HDPE, hingga LLDPE.

“Seluruhnya diberikan bea masuk 0 persen selama enam bulan. Setelah itu akan dievaluasi sesuai kondisi,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta.

Tekan Harga Makanan dan Minuman

Kebijakan ini bukan tanpa alasan. Pemerintah ingin menjaga stabilitas harga di sektor kemasan, yang berperan penting dalam industri makanan dan minuman. Jika harga bahan baku plastik melonjak, dampaknya bisa langsung dirasakan masyarakat melalui kenaikan harga produk konsumsi.

Langkah ini juga menjadi respons atas krisis pasokan global, terutama akibat gangguan distribusi di Selat Hormuz. Jalur vital tersebut selama ini menjadi kunci pengiriman energi dan bahan baku industri dunia.

Akibat krisis tersebut, harga bahan baku plastik dilaporkan melonjak hingga 60 persen, sementara ketergantungan impor Indonesia masih berada di kisaran 55–60 persen.

Perizinan Impor Ikut Disederhanakan

Tak hanya memangkas tarif, pemerintah juga membenahi sistem perizinan impor agar lebih cepat dan transparan.
Kementerian Perindustrian akan menyusun daftar komoditas yang memerlukan pertimbangan teknis, sementara Kementerian Perdagangan akan merevisi aturan impor.

Selain itu, pemerintah menyiapkan mekanisme service level agreement (SLA) untuk memastikan proses perizinan lebih pasti, termasuk dari sisi waktu dan tahapan. Sistem nasional industri (Sinas) dan penguatan Standar Nasional Indonesia (SNI) juga akan dioptimalkan.

Kurangi Ketergantungan Impor

Sebagai langkah jangka panjang, pemerintah tengah mencari sumber impor alternatif dari berbagai negara serta meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri.

Bagikan
Written by
Gatot Wahyu

Gatot Wahyu adalah jurnalis senior yang telah berkecimpung di dunia pers sejak tahun 1990-an. Bergabung dengan Jaringan FIN CORP sejak 2014, ia memiliki spesialisasi dan wawasan mendalam dalam peliputan berita bidang politik, hukum, dan kriminal.

Artikel Terkait
Market

Evolusi Warteg Modern !! Inovasi Tanpa Meninggalkan Cita Rasa Rumahan

finnews.id – Belakangan ini, masyarakat Indonesia ramai membicarakan kemunculan warung tegal dengan...

Market

Tarif Terjangkau, Kereta Bukit Serelo Dorong Mobilitas dan Ekonomi Sumatra Selatan

finnews.id – Minat masyarakat terhadap transportasi kereta api di Sumatra Selatan, hingga...

Market

Tak Harus 24 Jam, Pengusaha Warteg Ungkap Jam Operasional Warteg Kini Fleksibel

finnews.id – Ketua Koperasi Warteg Nusantara (Kowantara), Mukroni, menyampaikan bahwa tidak semua...

Yamaha EC-06
Market

Subsidi Motor Listrik 2026 Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Skema Rp5 Juta per Unit

finnews.id – Kabar terbaru bagi masyarakat yang menantikan insentif kendaraan ramah lingkungan....