finnews.id – Jagat maya mendadak riuh setelah beredar video yang menunjukkan aksi tidak terpuji pengunjung terhadap satwa dilindungi di Sulawesi Selatan. Seekor penyu berukuran besar menjadi sasaran tangan jahil saat naik ke daratan di Pantai Biru, Makassar, pada Sabtu (25/4) malam sekitar pukul 20.00 WITA.
Bukannya menjaga jarak atau memberikan ruang bagi satwa tersebut untuk bertelur, sejumlah pengunjung justru menjadikan hewan malang itu sebagai objek hiburan. Dalam potongan video yang diunggah akun Instagram @faktaindo pada Senin 27 April 2026, tampak sekelompok pemuda mengerumuni penyu yang sedang merayap di atas pasir.
Kejadian yang memicu kemarahan publik ini bermula saat seorang perempuan berhijab cokelat dengan sengaja menaiki punggung penyu. Tanpa rasa bersalah, ia duduk di atas cangkang penyu sembari tertawa ke arah kamera. Akibat beban berat tersebut, penyu tersebut sempat berhenti bergerak dan terlihat kesulitan melangkah.
Mirisnya lagi, aksi tersebut tidak berhenti di situ. Anggota rombongan lainnya juga terlihat menginjak bagian cangkang penyu saat hewan itu berusaha keras kembali menuju laut. Meskipun mendapat perlakuan kasar, penyu tersebut akhirnya berhasil mencapai bibir pantai dan menghilang di balik ombak.
Ancaman Pidana bagi Pelaku
Tindakan para pengunjung ini memicu reaksi keras dari aktivis lingkungan dan warganet. Pasalnya, penyu merupakan salah satu satwa yang masuk dalam kategori dilindungi oleh negara. Mengganggu, menaiki, apalagi menyakiti satwa tersebut bukan sekadar masalah etika, melainkan pelanggaran hukum serius.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, setiap orang dilarang untuk menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup. Pelanggar aturan ini dapat terancam sanksi pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp100 juta.
Hingga berita ini turun, pihak pengelola pantai maupun pihak berwenang terkait belum memberikan pernyataan resmi mengenai identitas para pelaku. Namun, video tersebut telah menjadi bukti nyata pentingnya edukasi bagi masyarakat mengenai cara berinteraksi dengan satwa liar agar habitat dan kelestarian mereka tetap terjaga di masa depan.(*).