Home Market Transaksi Harian BEI Susut, IHSG Ambles 6,7 Persen Sepekan! Asing Lepas Rp42,8 Triliun, Pasar Lagi Kenapa?
Market

Transaksi Harian BEI Susut, IHSG Ambles 6,7 Persen Sepekan! Asing Lepas Rp42,8 Triliun, Pasar Lagi Kenapa?

Bagikan
IHSG anjlok 6,7% dalam sepekan, transaksi harian BEI susut jadi Rp19,6 triliun, sementara asing catat net sell Rp42,81 triliun.
IHSG anjlok 6,7% dalam sepekan, transaksi harian BEI susut jadi Rp19,6 triliun, sementara asing catat net sell Rp42,81 triliun.
Bagikan

finnews.id – Tekanan di pasar modal domestik belum mereda. Dalam sepekan terakhir, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat rata-rata nilai transaksi harian turun 3,7 persen menjadi Rp19,61 triliun. Pelemahan ini terjadi di tengah koreksi tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ambruk 6,7 persen ke level 7.129, sekaligus memicu sorotan baru terhadap arah pergerakan pasar saham Indonesia.

Data perdagangan periode 20-24 April 2026 memperlihatkan tekanan tidak hanya terjadi pada indeks utama, tetapi juga pada kapitalisasi pasar yang terkikis besar. Nilai market cap BEI turun menjadi Rp12.736 triliun dari Rp13.635 triliun pada pekan sebelumnya, atau menyusut 6,6 persen.

Nilai Transaksi Turun, Tapi Aktivitas Investor Justru Naik

Menariknya, di tengah penurunan nilai transaksi, aktivitas perdagangan justru menunjukkan dinamika berbeda. Rata-rata volume transaksi harian naik 4,4 persen menjadi 44,88 miliar saham dari sebelumnya 42,98 miliar saham per hari.

Frekuensi transaksi juga tumbuh 1,1 persen menjadi 2,75 juta kali dari 2,72 juta transaksi harian. Kondisi ini memberi sinyal investor tetap aktif bertransaksi, meski tekanan di pasar masih besar.

Artinya, pasar tidak sepi. Investor masih bergerak, namun cenderung lebih defensif dan selektif dalam mengambil posisi. Penurunan nilai transaksi di tengah kenaikan volume sering dibaca sebagai indikasi rotasi dana ke saham berharga rendah atau dominasi aksi jual di tengah volatilitas tinggi.

IHSG Terjun Bebas, Kapitalisasi Pasar Susut Rp899 Triliun

Koreksi IHSG menjadi perhatian utama. Dari posisi 7.643 pada akhir pekan sebelumnya, indeks terpangkas ke 7.129. Pelemahan 6,7 persen dalam sepekan menjadi tekanan besar bagi pasar domestik.

Dampaknya langsung terasa pada valuasi pasar. Kapitalisasi bursa tergerus sekitar Rp899 triliun hanya dalam hitungan sepekan. Angka ini memperlihatkan besarnya tekanan yang dihadapi emiten-emiten di papan perdagangan.

Kondisi ini juga menegaskan pasar tengah menghadapi fase konsolidasi yang tidak ringan. Pelemahan indeks terjadi bersamaan dengan meningkatnya kehati-hatian investor terhadap aset berisiko.

Asing Masih Kabur, Net Sell Tembus Rp42,81 Triliun

Salah satu faktor yang terus menekan sentimen adalah derasnya arus dana asing keluar dari pasar saham Indonesia.

Bagikan
Artikel Terkait
Bursa Pagi 27 April 2026 dibayangi Hormuz memanas, minyak di atas US$100, rebalancing indeks dan tekanan saham big cap di BEI.
Market

Bursa Pagi 27 April 2026: Hormuz Memanas, IHSG Dibayangi Sell-Off, Ini Saham dan Sentimen yang Jadi Sorotan

finnews.id – Pasar keuangan memasuki pekan baru dengan tekanan yang tidak ringan....

Harga minyak melonjak usai Selat Hormuz terganggu dan pembicaraan AS-Iran buntu. Brent tembus USD107, pasar waspadai pasokan global.
Market

Harga Minyak Meledak Usai Hormuz Terganggu, Kebuntuan AS-Iran Bikin Pasar Global Siaga

finnews.id – Harga minyak dunia membuka pekan dengan lonjakan tajam setelah ketegangan...

Market

Catat! Batas Akhir Pemberian Subsidi Tiket Pesawat dari Pemerintah

finnews.id – Pemerintah resmi mengeluarkan kebijakan baru untuk menekan harga tiket pesawat...

Market

116 Blok Migas Baru Dilelang, Siapa Tertarik?

finnews.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi membuka peluang...