finnews.id – Tekanan di pasar keuangan Asia kembali memanas. Mayoritas mata uang dan indeks saham emerging market Asia melemah pada perdagangan Jumat (24/4/2026), dipicu penguatan dolar AS di tengah mandeknya negosiasi damai Amerika Serikat dan Iran.
Di tengah tekanan regional tersebut, rupiah sempat menunjukkan penguatan terbatas. Namun pergerakan itu belum cukup kuat untuk menjauh dari rekor terendahnya. Pada saat yang sama, IHSG justru terperosok tajam dan menjadi salah satu bursa dengan tekanan terdalam di kawasan.
IHSG Terpelanting, Jadi Bursa dengan Tekanan Paling Dalam
Pasar saham domestik menjadi sorotan setelah IHSG jatuh 3,5% ke level terendah sejak 8 April. Koreksi ini memperpanjang pelemahan mingguan menjadi lebih dari 5,5%, sekaligus menjadi penurunan terburuk sejak awal Maret.
Tekanan besar di pasar ekuitas Indonesia muncul saat sebagian bursa regional justru masih menjaga momentum kenaikan mingguan. Indeks saham emerging market Asia versi MSCI bahkan masih mencatat peluang penguatan untuk pekan ketiga berturut-turut.
Sementara tekanan mengguncang Jakarta, pasar lain menunjukkan cerita berbeda. Indeks KLSE Malaysia relatif stabil dan berpotensi menutup pekan dengan kenaikan lebih dari 1,5%, kinerja terbaik sejak pertengahan Januari.
Di Korea Selatan, KOSPI bergerak datar namun masih berada di jalur reli tiga pekan beruntun, ditopang sentimen sektor kecerdasan buatan. Bursa Taiwan bahkan melesat lebih dari 3% dan mencetak rekor tertinggi baru di 38.989,94 poin.
Rupiah Menguat Tipis, Tapi Risiko Belum Pergi
Di pasar valuta asing, rupiah sempat menguat sebelum kembali melemah di kisaran Rp17.290 per dolar AS. Posisi itu masih sangat dekat dengan rekor terendah Rp17.320 yang tercatat sehari sebelumnya.
Secara mingguan, rupiah sudah turun sekitar 0,6% dan mengarah pada pelemahan tiga pekan berturut-turut. Kondisi ini menegaskan tekanan eksternal masih membayangi aset domestik.
Penguatan dolar AS menjadi pemicu utama, terutama setelah pembicaraan damai AS-Iran berjalan rapuh dan belum menghasilkan kepastian baru bagi pasar.
- analisis emerging market Asia melemah
- bursa Asia melemah
- dampak konflik Iran terhadap pasar Asia
- dolar AS menguat
- emerging market Asia
- Geopolitik AS Iran
- Headline
- IHSG anjlok
- kenapa IHSG turun tajam hari ini
- Nilai Tukar Rupiah
- Pasar Saham Asia
- pengaruh dolar kuat terhadap pasar Indonesia
- penyebab rupiah melemah terhadap dolar AS 2026
- pergerakan rupiah dan IHSG terbaru
- peso Filipina
- prospek rupiah setelah rekor terendah
- rupiah hari ini
- sentimen global
- sentimen global terhadap saham Indonesia