Home Internasional Waspada! Badan Pengawas Eropa Beri Peringatan: AI Percepat Risiko Serangan Siber
Internasional

Waspada! Badan Pengawas Eropa Beri Peringatan: AI Percepat Risiko Serangan Siber

Bagikan
Badan Pengawas Eropa peringatkan risiko AI yang mempercepat serangan siber di tengah valuasi pasar tinggi dan ketegangan geopolitik global.
Bagikan

finnews.id – Dunia keuangan kini menghadapi tantangan baru yang sangat serius. Kepala regulator sekuritas Eropa memperingatkan bahwa ancaman siber kini semakin meningkat, terutama karena perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan (AI). Kecepatan serangan yang dipicu oleh AI menjadi fokus utama para pengawas keuangan saat ini.

Verena Ross, Ketua Otoritas Sekuritas dan Pasar Eropa (ESMA), mengungkapkan bahwa ketegangan geopolitik global ikut memperparah risiko keamanan digital. Dalam wawancara di Paris, Ross menyebut pihaknya telah menghubungi berbagai entitas keuangan untuk menilai pertahanan mereka terhadap ancaman terbaru ini.

“Kami mengamati dengan cermat bagaimana penggunaan model AI dapat meningkatkan potensi kecepatan terjadinya serangan tersebut,” tegas Ross.

Ancaman Nyata dari Model AI Baru

Bulan ini, sektor keuangan terguncang oleh laporan mengenai model AI baru bernama Mythos. Kecerdasan buatan buatan perusahaan Anthropic asal AS ini kabarnya mampu menemukan dan mengeksploitasi celah keamanan sistem TI yang sebelumnya tidak terdeteksi.

Kondisi ini memaksa regulator untuk bekerja ekstra keras mengejar ketertinggalan teknologi. Ross menekankan bahwa baik di tingkat nasional maupun Uni Eropa, semua pihak harus meningkatkan keahlian. Hal ini penting guna mengawasi entitas keuangan dan penyedia pihak ketiga yang krusial bagi industri.

Sebagai informasi, ESMA bersama regulator Uni Eropa lainnya telah menunjuk 19 perusahaan teknologi sebagai penyedia pihak ketiga yang penting. Langkah ini bertujuan meningkatkan ketahanan teknologi blok tersebut menghadapi serangan di masa depan.

Valuasi Tinggi dan Gejolak Pasar Global

Risiko siber ini muncul di saat pasar keuangan global sedang sangat sensitif. Ross menilai risiko keamanan digital bisa memicu penilaian ulang terhadap valuasi aset keuangan yang saat ini masih sangat tinggi.

Gejolak pasar semakin terasa setelah harga minyak melonjak akibat pecahnya perang AS dan Israel terhadap Iran. Meski pasar saham di beberapa negara mendekati titik tertinggi sepanjang masa berkat raksasa teknologi, Ross tetap waspada terhadap potensi aksi jual besar-besaran.

Bagikan
Artikel Terkait
Internasional

Indonesia Bakal Pajaki Selat Malaka, Begini Penjelasan Resmi Menkeu Purbaya

finnews.id – Isu rencana Indonesia memungut pajak dari kapal yang melintasi Selat...

Internasional

Kesepakatan Energi RI–Rusia: 150 Juta Barel Minyak Mengalir ke Indonesia

finnews.id – Pemerintah Indonesia mengambil langkah berani untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional...

Internasional

Investor Asing Borong Saham Jepang! Nikkei Tembus Level 60.000 Berkat Reli AI dan Isu Damai

finnews.id – Pasar modal Negeri Sakura kembali menunjukkan taringnya. Para investor asing...

Internasional

Kapal-kapal Asia Diprediksi Akan Segera Lintasi Selat Hormuz, Bagaimana dengan Perusahaan Barat?

finnews.id – Situasi di Selat Hormuz kini memasuki babak baru yang cukup...