“Kami masih mengamati dengan sangat cermat bagaimana pasar bereaksi dalam hal valuasi secara keseluruhan, yang masih sangat, sangat tinggi, jadi ada pertanyaan tentang jenis peristiwa apa yang mungkin membalikkan perasaan positif umum di pasar dan mungkin menyebabkan aksi jual yang cukup besar,” ungkap Ross.
Pengawasan Kripto dan Perdagangan Mencurigakan
Selain masalah AI dan siber, ESMA juga menaruh perhatian pada fluktuasi pasar yang ekstrim. Menurut Ross, volatilitas tinggi biasanya memicu pengawasan ketat terhadap kemungkinan perdagangan orang dalam (insider trading).
Di sisi lain, industri kripto di Uni Eropa juga menghadapi tenggat waktu penting hingga akhir Juni untuk mendapatkan lisensi resmi. Ross menyoroti tantangan besar dalam menangani pengawasan perimeter mulai 1 Juli mendatang.
Saat ini, muncul ambisi politik untuk memberikan wewenang lebih besar kepada ESMA guna mengawasi pemain pasar lintas batas, termasuk perusahaan kripto. Rencana ini bertujuan mengurangi fragmentasi di pasar keuangan Uni Eropa, meskipun masih mendapat tantangan dari beberapa negara anggota.