Sebaliknya, Taiwan mencatat lonjakan 3,23% dengan kenaikan 34,42% sejak awal tahun. KOSPI Korea melonjak 53,66% secara year-to-date, sementara Nikkei Jepang menguat 18,63%.

Data ini memperlihatkan tekanan terhadap pasar Indonesia lebih besar dibanding banyak negara Asia lainnya.

Pasar Menanti Arah Baru

Pergerakan rupiah dan IHSG kini sangat bergantung pada kombinasi sentimen global, arah dolar AS, serta persepsi risiko investor terhadap emerging market.

Untuk saat ini, tekanan belum sepenuhnya reda. Rupiah memang sempat menunjukkan napas pendek, tetapi belum cukup kuat untuk keluar dari zona rawan. Sementara IHSG masih menghadapi tekanan jual besar saat investor memilih bersikap defensif.

Jika ketidakpastian geopolitik terus berlanjut dan dolar tetap perkasa, pasar domestik berpotensi menghadapi volatilitas lanjutan dalam jangka pendek. (*)