finnews.id – Pemerintah terus memperkuat sektor pariwisata nasional dengan mendorong pengembangan ekosistem asuransi wisata, khususnya di destinasi unggulan seperti Labuan Bajo.
Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Kemenko Perekonomian Dida Gardera menegaskan bahwa langkah ini merupakan implementasi nyata dari regulasi kepariwisataan yang berlaku.
“Pengembangan ekosistem asuransi pariwisata adalah langkah konkret dalam menjalankan regulasi, termasuk Undang-Undang Kepariwisataan dan kebijakan terbaru,” ujarnya dalam Focus Group Discussion (FGD) Pilot Project Labuan Bajo.
Keselamatan Wisata Jadi Sorotan
Pemerintah menilai aspek keamanan dan keselamatan wisatawan menjadi faktor utama dalam meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global.
Berdasarkan Travel & Tourism Development Index (TTDI) 2024, posisi Indonesia dalam aspek safety and security masih berada di peringkat ke-54. Selain itu, angka kecelakaan wisata tercatat meningkat hingga 28,57 persen sepanjang 2025.
Kondisi ini menjadi sinyal kuat bahwa sektor pariwisata membutuhkan sistem perlindungan risiko yang lebih terintegrasi dan modern.
Lonjakan Wisatawan Perkuat Urgensi Perlindungan
Sebagai salah satu destinasi super prioritas, Labuan Bajo mencatat lonjakan kunjungan wisatawan yang signifikan.
- Tahun 2021: 60.439 wisatawan
- Tahun 2025: 476.566 wisatawan
Lonjakan ini menunjukkan tingginya minat wisatawan, sekaligus meningkatkan kebutuhan akan sistem keamanan dan perlindungan yang lebih baik.
Pengembangan asuransi pariwisata tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku industri.
Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menilai kehadiran ekosistem perlindungan wisata menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas destinasi sekaligus kepercayaan wisatawan.
Salah satu langkah konkret dilakukan melalui kerja sama dengan PT Jasaraharja Putera dalam penguatan sistem asuransi wisata.
Asuransi Wisata Jadi Solusi Perlindungan
Direktur Utama PT Jasaraharja Putera, Abdul Haris, menyatakan kesiapan perusahaan dalam mendukung sektor pariwisata melalui produk asuransi yang adaptif.
Pihaknya juga akan meningkatkan literasi risiko bagi pelaku industri wisata agar lebih siap menghadapi potensi risiko di lapangan.
“Kami berkomitmen menghadirkan perlindungan yang komprehensif untuk memberikan rasa aman bagi wisatawan dan masyarakat,” ujarnya.
Sebagai bentuk komitmen bersama, dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PT Jasaraharja Putera dan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat.
Kerja sama ini mencakup penguatan pengelolaan risiko serta penyediaan asuransi public liability yang lebih komprehensif di sektor pariwisata.
Pengembangan ekosistem asuransi pariwisata di Labuan Bajo menjadi langkah strategis untuk menciptakan destinasi wisata yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan.
Dengan kolaborasi antara pemerintah dan industri, diharapkan kepercayaan wisatawan meningkat dan daya saing pariwisata Indonesia di kancah global semakin kuat.
- asuransi pariwisata Indonesia
- investasi pariwisata NTT
- keamanan pariwisata Indonesia
- kunjungan wisatawan Labuan Bajo
- Labuan Bajo destinasi wisata aman
- pengembangan pariwisata Labuan Bajo
- program asuransi wisata pemerintah
- PT Jasaraharja Putera asuransi wisata
- regulasi pariwisata Indonesia terbaru
- wisata Labuan Bajo 2026