finnews.id – Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, memberikan pernyataan tegas mengenai penguatan mata uang Yen baru-baru ini. Ia menilai bahwa pergerakan nilai tukar yang terjadi di pasar valuta asing sebagian besar merupakan hasil dari aktivitas perdagangan spekulatif.
Pernyataan ini muncul sebagai respons atas pulihnya nilai tukar Yen tak lama setelah Iran memutuskan untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz. Kebijakan Iran tersebut berdampak langsung pada dinamika pasar keuangan global.
Dampak Pembukaan Selat Hormuz Terhadap Mata Ukur Dunia
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, melalui unggahan di platform X mengonfirmasi bahwa jalur bagi seluruh kapal komersial melalui Selat Hormuz kini “sepenuhnya terbuka”. Keputusan ini berlaku selama masa gencatan senjata 10 hari antara pasukan Israel dan Hizbullah di Lebanon.
Kabar positif ini memicu reaksi berantai di pasar uang. Para pedagang segera melepas posisi mereka pada aset aman (safe-haven), yang menyebabkan dolar AS jatuh terhadap berbagai mata uang utama, termasuk Yen.
“Pergerakan baru-baru ini sebagian besar didorong oleh perdagangan spekulatif, jadi wajar jika pasar bereaksi seperti itu,” ujar Katayama kepada media saat menanggapi kenaikan nilai Yen.
Komitmen Jepang Menjaga Stabilitas Nilai Tukar
Katayama menyampaikan pandangannya tersebut setelah menghadiri rangkaian pertemuan internasional penting seperti IMF, G7, dan G20 di Washington. Masalah lemahnya nilai tukar Yen memang menjadi perhatian serius pemerintah Jepang karena memicu lonjakan biaya impor dan inflasi domestik.
Untuk mengatasi ketidakpastian ini, otoritas Jepang terus mengeluarkan peringatan lisan. Mereka menegaskan kesiapan untuk mengambil tindakan nyata guna melawan pergerakan spekulatif yang dianggap tidak wajar di pasar valuta asing.
Beberapa langkah strategis yang telah dilakukan antara lain:
-
Komunikasi dengan AS: Jepang dan Amerika Serikat sepakat memperkuat koordinasi terkait nilai tukar setelah pertemuan Katayama dengan Menteri Keuangan AS, Scott Bessent.
-
Pemantauan Ketat: Pemerintah mengawasi level psikologis nilai tukar untuk mencegah dampak buruk bagi ekonomi nasional.
Posisi Yen Saat Ini
Pada perdagangan hari Jumat, Yen sempat menyentuh angka 158,18 per dolar. Angka ini menunjukkan penguatan yang signifikan jika kita bandingkan dengan level 160 per dolar yang sempat terjadi sebelumnya.
Sebagai catatan, level 160 tersebut merupakan titik krusial yang pernah memicu intervensi langsung dari pejabat keuangan Jepang di masa lalu.
Dengan situasi geopolitik yang masih dinamis, pemerintah Jepang tetap waspada terhadap segala bentuk spekulasi yang dapat mengganggu stabilitas ekonomi mereka di masa depan.