finnews.id – Raksasa investasi global Goldman Sachs memproyeksikan indeks S&P 500 akan tumbuh sekitar 12% sepanjang 2026. Meski ekonomi global diperkirakan melambat, pertumbuhan laba perusahaan (EPS) yang solid serta kebijakan moneter yang lebih longgar diyakini menjadi pendorong utama reli pasar saham Amerika Serikat.
Menariknya, potensi keuntungan tidak lagi hanya terpusat pada sektor teknologi, tetapi mulai meluas ke berbagai sektor lain. Kondisi ini membuka peluang besar bagi investor, termasuk dari Indonesia, untuk ikut menikmati pertumbuhan pasar global.
Namun di tengah fase re-rating pasar, investor dituntut lebih adaptif, inovatif, dan disiplin dalam manajemen risiko. Pemilihan platform investasi yang tepat pun menjadi kunci utama.
Strategi Investasi 2026: Adaptif dan Berbasis Teknologi
Di era digital saat ini, investor tidak hanya membutuhkan aplikasi trading biasa. Platform investasi ideal harus memiliki:
- Akses ke pasar global (terutama AS)
- Biaya kompetitif
- Fitur lengkap dan real-time
- Dukungan teknologi AI
- Keamanan dan regulasi yang jelas
Selain itu, integrasi aset seperti saham, kripto, dan ETF menjadi nilai tambah dalam membangun portofolio yang optimal.
Daftar Aplikasi Saham Terbaik 2026, dari Lokal hingga Global
Berikut daftar aplikasi saham terbaik yang bisa menjadi pilihan investor di tahun 2026:
1. Pluang
Pluang semakin mengukuhkan posisinya sebagai platform investasi multi-aset terdepan di Indonesia dengan lebih dari 12 juta pengguna.
Keunggulan utama:
- Akses ke 2.000+ aset (saham AS, kripto, ETF, emas, reksa dana)
- Lebih dari 650 saham Amerika (NYSE & Nasdaq)
- Trading mulai Rp10 ribu dengan 0% fee untuk saham AS
- Deposit mudah via bank lokal & e-wallet
- Fitur AI “Aura” untuk analisis pasar real-time
- USD Yield hingga 3,38% untuk passive income
- Dukungan derivatif seperti options dan crypto futures
Pluang juga berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan dan bekerja sama dengan Alpaca Securities LLC di AS.