finnews.id – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan dukungannya terhadap langkah tegas dalam memberantas aksi premanisme yang meresahkan masyarakat.
Pernyataan ini muncul setelah viralnya kasus pemalakan terhadap sopir bajaj dan pedagang, yang sedang berada di kawasan Tanah Abang.
Pramono Anung memastikan, bahwa para pelaku pemalakan yang terekam dalam video tersebut telah diamankan oleh aparat kepolisian.
“Kemarin yang melakukan pemalakan baik itu kepada pedagang maupun bajaj, sudah ditangkap semua,” ungkap Pramono Anung.
Menurutnya tindakan seperti itu tidak boleh dibiarkan berkembang di Jakarta, terutama karena menyasar masyarakat kecil yang sedang mencari nafkah.
“Dan Pemerintah DKI Jakarta memberikan dukungan sepenuhnya untuk hal yang seperti ini gak boleh terjadi lagi,” jelasnya.
Pramono menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak memberi ruang bagi praktik pungutan liar, maupun tindakan premanisme dalam bentuk apa pun.
Ia juga menyatakan komitmennya untuk mendukung aparat penegak hukum dalam mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menciptakan rasa aman bagi seluruh warga ibu kota.
Karena itu kolaborasi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta an aparat keamanan akan terus diperkuat, guna mencegah kejadian serupa terulang.
“Jadi saya sebagai Gubernur Jakarta termasuk memberikan support untuk mengambil tindakan tegas premanisme kepada siapapun di Jakarta ini,” ucapnya.
Kasus pemalakan terhadap sopir bajaj yang terjadi di Tanah Abang sendiri ,sempat menimbulkan keresahan publik.
Dalam video yang beredar, terlihat pemaksaan permintaan uang kepada pedagang dan pengemudi bajaj, bahkan disertai tindakan perusakan ketika permintaan tidak dipenuhi
Melalui langkah tegas ini, diharapkan Jakarta dapat menjadi kota yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat.