finnews.id – Gunung Semeru kembali mengalami erupsi pada Selasa, 14 April 2026 pagi, dengan aktivitas vulkanik yang cukup signifikan. Letusan kali ini disertai luncuran awan panas guguran sejauh tiga kilometer ke arah tenggara.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, menjelaskan:
“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 05.22 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.500 meter di atas puncak atau 5.176 meter di atas permukaan laut (mdpl),”
Ia menambahkan bahwa kolom abu tampak berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah barat. Aktivitas ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 20 mm serta durasi sekitar tiga menit 23 detik.
Awan Panas Guguran Capai 3 Kilometer
Erupsi tersebut tidak hanya memuntahkan abu vulkanik, tetapi juga memicu awan panas guguran.
“Letusan erupsi disertai awan panas guguran dengan jarak luncur tiga kilometer ke arah tenggara atau Besuk Kobokan,”
Meski demikian, jarak luncur awan panas masih berada dalam zona merah dan belum mendekati permukiman warga. Area tersebut memang masuk dalam radius berbahaya yang telah ditetapkan sejauh 13 kilometer dari puncak.
Erupsi Kedua Terjadi Selang 40 Menit
Aktivitas vulkanik Gunung Semeru berlanjut pada pukul 06.03 WIB. Pada erupsi kedua ini, tinggi kolom letusan mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 mdpl.
Kolom abu terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke barat daya. Data seismograf mencatat amplitudo maksimum 22 mm dengan durasi letusan selama 135 detik.
Status Siaga, Warga Diminta Patuh Zona Aman
Saat ini, Gunung Semeru berada pada Status Level III (Siaga). Petugas mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara, khususnya sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari pusat erupsi.
Selain itu, warga juga perlu memperhatikan potensi bahaya di luar zona tersebut.
“Di luar jarak tersebut, masyarakat diimbau tidak beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak,”
Waspada Bahaya Lahar dan Guguran Lava
Petugas juga melarang aktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah karena risiko lontaran batu pijar yang cukup tinggi.
Selain itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan aliran lahar di sejumlah aliran sungai.
“Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan,”