finnews.id – Masyarakat Sulawesi Utara dan sekitarnya dikejutkan oleh guncangan hebat pada Kamis (2/4) pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa gempa tektonik berkekuatan Magnitudo 7,3 telah mengguncang wilayah Bitung, Sulawesi Utara, tepat pukul 05.48 WIB. Akibat kekuatan gempa yang masif tersebut, BMKG secara resmi mengeluarkan peringatan dini potensi tsunami.
Berdasarkan data teknis, episenter gempa terletak pada koordinat 1.21 Lintang Utara dan 126.25 Bujur Timur. Pusat getaran berada di laut pada kedalaman 62 kilometer. Meskipun masuk dalam kategori kedalaman menengah, besarnya energi yang terlepas membuat otoritas terkait segera menyalakan alarm kewaspadaan bagi masyarakat, terutama mereka yang tinggal di sepanjang garis pantai.
Dampak gempa ini meluas hingga ke wilayah Maluku Utara. Laporan resmi dari akun @infoBMKG menyebutkan bahwa warga di Ternate merasakan guncangan paling hebat dengan skala intensitas V-VI MMI. Pada level ini, getaran mampu membangunkan hampir seluruh penduduk dan berpotensi menyebabkan kerusakan ringan pada struktur bangunan.
Kondisi serupa terjadi di wilayah Ibu yang merasakan getaran skala V MMI. Sementara itu, masyarakat di Kota Manado melaporkan guncangan pada skala IV-V MMI. Wilayah lain yang turut merasakan dampak gempa ini meliputi Gorontalo, Bone Bolango, hingga Gorontalo Utara dengan skala III MMI, di mana getaran terasa sangat nyata di dalam rumah layaknya truk besar yang sedang melintas.
Imbauan Evakuasi Menuju Tempat Tinggi
Hingga saat ini, BMKG terus memantau fluktuasi muka air laut melalui alat pengukur pasang surut. Langkah ini bertujuan untuk memastikan apakah terjadi kenaikan air yang signifikan sebagai tanda tsunami. Sebagai langkah antisipasi, pihak berwenang meminta warga di pesisir Sulawesi Utara dan Maluku Utara untuk segera melakukan evakuasi mandiri.
“Masyarakat harus menjauhi area pantai dan segera menuju ke tempat yang lebih tinggi,” tegas BMKG dalam keterangan resminya.
Pihak kepolisian dan BPBD setempat kini tengah melakukan pendataan menyeluruh terkait dampak kerusakan bangunan maupun kemungkinan adanya korban jiwa. Selain itu, masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan. BMKG mengimbau warga agar tidak kembali ke dalam rumah sebelum memastikan kondisi bangunan benar-benar aman dan kokoh dari kerusakan struktural.(*).